{"id":85443,"date":"2025-02-11T13:59:55","date_gmt":"2025-02-11T05:59:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=85443"},"modified":"2025-03-08T16:56:34","modified_gmt":"2025-03-08T08:56:34","slug":"kelaikan-moda-transportasi-laut-jadi-prioritas-utama-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kelaikan-moda-transportasi-laut-jadi-prioritas-utama-keselamatan\/","title":{"rendered":"Kelaikan Moda Transportasi Laut Jadi Prioritas Utama Keselamatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BULUNGAN<\/b> \u2013 Tragedi kecelakaan laut yang terjadi dua pekan lalu di Nunukan masih teringat oleh masyarakat, dan kini musibah serupa kembali menimpa transportasi publik di perairan Kalimantan Utara. Senin (10\/02\/2025), sebuah speedboat Iksa Ekspress mengalami kecelakaan di perairan Sungai Temangga, Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.30 WITA, saat speedboat tersebut sedang dalam perjalanan dari Pulau Tias, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, menuju Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, setelah menghadiri sebuah pesta pernikahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan ini menambah catatan kelam terkait keselamatan transportasi perairan di wilayah Kaltara. Kasi Operasi Kantor SAR Tarakan, Didik Hariana, mengonfirmasi peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi kejadian ini, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, merespons dengan sigap. Ia langsung mendatangi dermaga di Tanjung Selor, tempat di mana para korban dievakuasi setelah kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ditemui di lokasi, Gubernur Zainal menekankan pentingnya memperhatikan kelaikan transportasi laut, khususnya speedboat yang digunakan untuk angkutan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami harap, setiap penggunaan speedboat atau moda transportasi perairan lainnya harus benar-benar memperhatikan kelaikan kapal. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,\u201d ujar Zainal, Senin (10\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, meskipun musibah tak terduga, langkah pencegahan harus lebih diperhatikan, seperti penyediaan jaket keselamatan dan memastikan kapasitas penumpang sesuai dengan daya tampung kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Zainal juga menegaskan agar jumlah penumpang yang diangkut dalam sebuah kapal harus sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan sampai kapasitas kapal 10 orang, tapi dimuat 20 orang. Apalagi melalui pelabuhan yang tidak resmi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menekankan pentingnya alur perairan yang diawasi dengan ketat, terutama di pelabuhan resmi, yang dinilai lebih aman dibandingkan pelabuhan tak resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gubernur Zainal menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para korban kecelakaan speedboat tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di perairan Kaltara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Andi Nasuha, mengungkapkan bahwa setiap transportasi publik di laut memiliki standar yang harus dipatuhi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAlat keselamatan diri harus selalu tersedia. Sebelum berangkat, motoris wajib memberikan alat keselamatan tersebut kepada penumpang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait dengan jumlah penumpang dan korban dalam kecelakaan ini, Andi Nasuha enggan memberikan konfirmasi lebih lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami biasanya mengacu pada manifest penumpang untuk mengetahui jumlah pastinya. Namun, saya dengar bahwa speedboat ini di-carter, sehingga tidak ada manifest,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha jasa transportasi di Kaltara untuk mematuhi peraturan yang ada demi keselamatan bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTransportasi perairan harus dilengkapi dengan alat komunikasi, seperti radio dan GPS, untuk memastikan ada pertolongan cepat jika terjadi masalah di tengah pelayaran,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah penumpang dalam kecelakaan ini diperkirakan mencapai 62 orang, meski ada sumber yang menyebutkan angka yang lebih rendah, yakni 30 orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga pukul 22.00 WITA, laporan terakhir mencatatkan 4 orang meninggal dunia, sementara 3 lainnya masih dalam pencarian. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN \u2013 Tragedi kecelakaan laut yang terjadi dua pekan lalu di Nunukan masih teringat oleh masyarakat, dan kini musibah serupa kembali menimpa transportasi publik di perairan Kalimantan Utara. Senin (10\/02\/2025), sebuah speedboat Iksa Ekspress mengalami kecelakaan di perairan Sungai Temangga, Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 13.30 WITA, saat speedboat tersebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":85444,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[],"class_list":["post-85443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85443"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":88833,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85443\/revisions\/88833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}