{"id":85531,"date":"2025-02-12T08:57:30","date_gmt":"2025-02-12T00:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=85531"},"modified":"2025-02-12T08:57:30","modified_gmt":"2025-02-12T00:57:30","slug":"pemerintah-kawal-produksi-jagung-di-kaltara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemerintah-kawal-produksi-jagung-di-kaltara\/","title":{"rendered":"Pemerintah Kawal Produksi Jagung di Kaltara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BULUNGAN<\/b>\u00a0\u2013 Dalam upaya mendukung program swasembada pangan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) terlibat langsung dalam penanaman jagung di lahan seluas 9.200 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengawal distribusi pangan dari proses tanam hingga pemasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda Kaltara, Irjen Hary Sudwijanto, menjelaskan bahwa keterlibatan Polda Kaltara dalam program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap pencapaian swasembada pangan di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebagai bagian dari upaya pemerintah pusat, kami mengalokasikan lahan seluas 9.200 hektare untuk program ini. Hal ini sebagai tindak lanjut instruksi pusat dalam mendukung ketahanan pangan nasional,\u201d ungkap Kapolda pada Senin (10\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahan seluas itu akan dikerjakan bersama dengan kelompok tani dan sektor perkebunan yang ada di Kaltara. Masing-masing Polres di Kaltara juga berkomitmen untuk mengawal prosesnya, mulai dari pembukaan lahan, penanaman, perawatan, hingga tahap produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Bulog, serta mengikuti petunjuk dari Kapolri untuk memastikan kelancaran program ini,\u201d tambah Hary.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolda juga menekankan pentingnya memperhatikan aspek pemasaran hasil panen jagung. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan harga jagung sekitar Rp5.500 per kilogram, yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan usaha pertaniannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan harga ini, kami berharap dapat memberi semangat bagi petani-petani kita untuk menanam jagung, sehingga tidak hanya di Kaltara, tapi juga di Indonesia, kita dapat mencapai swasembada pangan yang optimal,\u201d kata Kapolda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain sebagai kebutuhan pangan utama, jagung juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJagung bukan hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jika produksi jagung dikelola dengan baik, maka kita bisa mewujudkan swasembada pangan sekaligus mendukung kebutuhan pakan ternak yang terus meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan langkah strategis ini, diharapkan program swasembada pangan dapat berjalan dengan lancar, menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat di Kaltara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian dan masyarakat, diyakini akan memperkuat pencapaian tujuan tersebut. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN\u00a0\u2013 Dalam upaya mendukung program swasembada pangan, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) terlibat langsung dalam penanaman jagung di lahan seluas 9.200 hektare. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengawal distribusi pangan dari proses tanam hingga pemasaran. Kapolda Kaltara, Irjen Hary Sudwijanto, menjelaskan bahwa keterlibatan Polda Kaltara dalam program ini merupakan wujud &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":85532,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[],"class_list":["post-85531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85533,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85531\/revisions\/85533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}