{"id":86156,"date":"2025-02-17T10:03:30","date_gmt":"2025-02-17T02:03:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=86156"},"modified":"2025-02-17T10:03:30","modified_gmt":"2025-02-17T02:03:30","slug":"disperkim-banjarmasin-siapkan-proyek-dua-rusunawa-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disperkim-banjarmasin-siapkan-proyek-dua-rusunawa-baru\/","title":{"rendered":"Disperkim Banjarmasin Siapkan Proyek Dua Rusunawa Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>BANJARMASIN<\/b> \u2013 Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempersiapkan proyek pembangunan dua unit rumah susun sewa (rusunawa) di wilayah Banjarmasin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses persiapan saat ini berfokus pada penyelesaian Detail Engineering Design (DED) atau rancang bangun rinci, yang diharapkan akan selesai pada April 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Disperkim Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, menjelaskan bahwa DED untuk pembangunan rusunawa ini ditargetkan rampung pada awal triwulan kedua tahun 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRencana DED selesai pada awal Triwulan ke-2 tahun 2025,\u201d ujar Chandra, dalam keterangan yang diterima pada Minggu (16\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah DED selesai, tahap selanjutnya adalah pengusulan anggaran untuk pembebasan lahan yang direncanakan akan dilakukan pada perubahan anggaran tahun 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami jadwalkan pengusulan pembebasan lahan di perubahan anggaran 2025,\u201d kata Chandra menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kedua tahapan tersebut, Disperkim Banjarmasin akan mengajukan anggaran pembangunan ke Pemerintah Pusat, yang mana pendanaan proyek ini akan sepenuhnya berasal dari APBN melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan pada Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPembangunannya melalui APBN, sementara APBD hanya untuk pembebasan lahan,\u201d ungkap Chandra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun lokasi pembangunan dua rusunawa tersebut, satu di antaranya akan berada di belakang Masjid Al-Ikhwan di Jalan Veteran, Banjarmasin Timur, dan satu lainnya di sekitar Jembatan Gantung Pulau Bromo, Mantuil, Banjarmasin Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun terletak di dua tempat yang berbeda, kedua rusunawa ini akan memiliki desain yang serupa dengan rusunawa yang ada di Teluk Kelayan, Banjarmasin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBentuk bangunannya nanti akan serupa dengan rusunawa di Teluk Kelayan, yaitu empat lantai dengan hunian tipe 36,\u201d jelas Chandra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembangunan dua rusunawa ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hunian yang terjangkau bagi masyarakat Banjarmasin, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak bagi warganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai salah satu proyek strategis, diharapkan pembangunan rusunawa ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi perumahan di Kota Banjarmasin. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus mempersiapkan proyek pembangunan dua unit rumah susun sewa (rusunawa) di wilayah Banjarmasin. Proses persiapan saat ini berfokus pada penyelesaian Detail Engineering Design (DED) atau rancang bangun rinci, yang diharapkan akan selesai pada April 2025. Kepala Disperkim Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, menjelaskan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":86157,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[],"class_list":["post-86156","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86156"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86158,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86156\/revisions\/86158"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}