{"id":86705,"date":"2025-02-20T16:36:53","date_gmt":"2025-02-20T08:36:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=86705"},"modified":"2025-02-22T16:46:17","modified_gmt":"2025-02-22T08:46:17","slug":"sma-labschool-cibubur-ciptakan-paving-block-penyerap-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sma-labschool-cibubur-ciptakan-paving-block-penyerap-karbon\/","title":{"rendered":"SMA Labschool Cibubur Ciptakan Paving Block Penyerap Karbon"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA &#8211; <\/strong>Tim siswa SMA Labschool Cibubur berhasil meraih medali emas dan Special Award pada ajang Thailand Inventors&#8217; Day 2025, yang diadakan di Bangkok International Trade &amp; Exhibition Centre (BITEC), Thailand, pada 2\u20136 Februari 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Inovasi yang diperkenalkan oleh tim ini, yaitu paving block ramah lingkungan bernama Carboneater, dinilai mampu mengatasi masalah lingkungan dengan teknologi penyerap karbon dioksida (CO\u2082).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paving block tersebut terbuat dari <em>biochar<\/em> (arang hayati), yang memiliki kemampuan untuk menyerap emisi karbon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInovasi ini memanfaatkan biochar sebagai campuran paving block untuk meningkatkan daya serap CO\u2082, terutama di area perkotaan,\u201d jelas Ralief Rahatsa Aimar, anggota tim, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan artikel Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), biochar diproduksi melalui proses pirolisis \u2014pemanasan bahan organik pada suhu tinggi dengan oksigen terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Material ini umumnya digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dan mencegah hilangnya unsur hara akibat erosi atau pencucian oleh air hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, biochar juga efektif menyerap polutan di perairan dan menjadi solusi <em>sediment capping<\/em> (penutupan sedimen) untuk mencegah pencemaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam aplikasinya, biochar dikombinasikan dengan Portland Cement Composite dan Quartz Sand Aggregates untuk menciptakan paving block berpori.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPorinya yang kecil memungkinkan air hujan meresap ke tanah sekaligus menyerap CO\u2082 dari emisi kendaraan atau industri,\u201d tambah Ralief.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses produksi paving block hanya memakan waktu 24 jam, meski penelitian dan pembimbingan tim berlangsung selama 4\u20135 bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Ralief, tim <em>Carboneater<\/em> terdiri dari Athalia Bunga Carissa, Bening Kinanti, Esad Aryasataya Erlangga, Fayha Thalita Jasmine, dan Tarisha Kamil Wibowo. Menurut Ralief, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang pertama kali berlomba di tingkat internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami belajar presentasi, bahasa Inggris, kerja sama, dan kreativitas dalam tekanan waktu,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SMA Labschool Cibubur mengirim enam tim ke ajang tersebut, dengan total perolehan dua medali emas dan empat perak. Kepala Sekolah Ali Chudori menyebut prestasi ini buah dari dedikasi panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni membuktikan komitmen kami dalam membangun budaya riset dan inovasi sejak dini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovasi paving block penyerap karbon dinilai relevan dengan upaya global mengurangi emisi gas rumah kaca. Jika diproduksi massal, produk ini berpotensi menjadi solusi infrastruktur berkelanjutan di perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ke depan, tim <em>Carboneater<\/em> berencana menguji efektivitas paving block dalam skala lebih besar dan mencari mitra strategis untuk pengembangan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemenangan ini tidak hanya membanggakan Indonesia di kancah internasional, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi lewat sains dan teknologi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin membuktikan bahwa anak muda bisa menciptakan solusi nyata untuk masalah lingkungan,\u201d pungkas Ralief. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Tim siswa SMA Labschool Cibubur berhasil meraih medali emas dan Special Award pada ajang Thailand Inventors&#8217; Day 2025, yang diadakan di Bangkok International Trade &amp; Exhibition Centre (BITEC), Thailand, pada 2\u20136 Februari 2025. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Inovasi yang diperkenalkan oleh tim ini, yaitu paving block ramah lingkungan bernama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":86708,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-86705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86705"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":86738,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86705\/revisions\/86738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/86708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}