{"id":8681,"date":"2015-06-04T23:07:44","date_gmt":"2015-06-04T15:07:44","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8681"},"modified":"2015-06-04T23:07:44","modified_gmt":"2015-06-04T15:07:44","slug":"reklamasi-tambang-pt-arutmin-disorot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/reklamasi-tambang-pt-arutmin-disorot\/","title":{"rendered":"Reklamasi Tambang PT Arutmin Disorot"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_8687\" aria-describedby=\"caption-attachment-8687\" style=\"width: 612px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/tambang-batu-bara-di-Kalsel.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-8687\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/tambang-batu-bara-di-Kalsel.jpg\" alt=\"tambang batu bara di Kalsel\" width=\"612\" height=\"459\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-8687\" class=\"wp-caption-text\">Beginilah penampakan permukaan di salah satu kawasan bumi Tanah Laut pasca ditambang &#8217;emas hitam&#8217;nya.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> &#8211; Operasi tambang batu bara PT Arutmin Indonesia rupanya ada yang tidak beres. Pihak Komisi I Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti pelaksanaan rekalamsi dan revegetasi di arel kegiatan tambang perusahaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam waktu dekat kita mengagendakan pemanggilan manajemen PT Arutmin Indonesia wilayah Kabupaten Tanah Laut, terkait reklamasi dan\u00a0 revegetasi bekas tambang di wilayah kegiatan usahanya,&#8221; ujar Ahmad Mursidi, anggota Komisi I DPRD Tanah Laut, Kamis (4\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, selama ini DPRD Tanah Laut belum mengetahui jumlah lahan yang sudah ditambang, reklamasi maupun revegetasi yang sudah dilakukan PT Arutmin Indonesia wilayah Kabupaten Tanah Laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain masalah itu, kita juga menanyakan realisasi program CSR ke masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar kegiatan pertambangan PT Arutmin Indonesia,&#8221; ungkap kader Partai Gerindra itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditambahkan Ketua DPRD Tanah Laut, Ahmad Yani, dewan hingga saat ini belum mengetahui kegiatan reklamasi maupun revegetasi dilakukan PT Arutmin Indonesia di wilayah Kabupaten Tanah Laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perizinan PT Arutmin Indonesia dikeluarkan pemerintah pusat, kita belum tahu berapa jumlah lahan yang sudah dikerjakan, relamasi maupun lainnya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut dia mengemukakan, lain halnya dengan PT Jorong Barutama Greston, DPRD Tanah Laut sudah membuat Panitia Khusus (Pansus) terhadap rencana penutupan tambang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bahkan, kita juga sudah mengingatkan PT Jorong Barutama Greston untuk konsekwen dengan upaya reklamasi maupun revegetasi di lahan bekas tambang sebelum penutupan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Laut Ahmad Hairin menegaskan, kegiatan pertambangan batubara PT Arutmin Indonesia di wilayah Kabupaten Tanah Laut berada di kawasan hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena berada di kawasan hutan, berdasarkan aturan harus pinjam pakai lahan ke Kementerian Kehutanan RI. Selain itu, reklamasi maupun revegetasi wajib dilaksanakan,&#8221; tandasnya. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT &#8211; Operasi tambang batu bara PT Arutmin Indonesia rupanya ada yang tidak beres. Pihak Komisi I Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti pelaksanaan rekalamsi dan revegetasi di arel kegiatan tambang perusahaan tersebut. &#8220;Dalam waktu dekat kita mengagendakan pemanggilan manajemen PT Arutmin Indonesia wilayah Kabupaten Tanah Laut, terkait &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8687,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2276,2277],"tags":[3665,3666],"class_list":["post-8681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan","tag-tambang-arutmin","tag-tambang-tanah-laut"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8681"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8681\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}