{"id":8807,"date":"2015-06-06T02:10:03","date_gmt":"2015-06-05T18:10:03","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=8807"},"modified":"2015-06-06T02:10:03","modified_gmt":"2015-06-05T18:10:03","slug":"1-ton-bbm-diselewengkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/1-ton-bbm-diselewengkan\/","title":{"rendered":"1 Ton BBM Diselewengkan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/BBM-Ilegal.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-8809\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/BBM-Ilegal-1024x561.jpg\" alt=\"BBM Ilegal\" width=\"481\" height=\"264\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SERUYAN<\/strong> &#8211; Sekitar 1 ton atau 1.089 liter bahan bakar minyak (BBM) diselewengkan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pihak Kepolisian Resor (Polres) Seruyan berhasil mengamankan BBM ilegal itu, Kamis (4\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal ( Reskrim Polres) Seruyan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, BBM ilegal diamankan dalam sebuah operasi rutin. &#8220;Bahan bakar minyak (BBM) terdiri dari bensin dan solar itu kita aman dari tangan Paiman (50), warga Sampit Kotawaringin Timur,&#8221; kata Triyo Sugiyono kepada wartawan, Jumat (5\/6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, Paiman yang membawa BBM ilegal menggunakan mobil Toyota Kijang terjaring operasi ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman kilomter 64 arah Sampit-Pangkalan Bun, Kowaringin Barat, pada Kamis (4\/6) dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rencananya, BBM itu akan dijual kepada karyawan dan pengecer BBM yang berada di daerah-daerah perusahaan perkebunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Karena tidak memiliki izin angkut, maka tersangka kita jerang dengan Pasal 53 huruf B Undang-Undang Nomor 22\/1999 tentang Minyak dan Gas, ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara dan denda maksimal Rp40 miliar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Paiman mengatakan, mendapatkan BBM jenis bensin langsung dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sedangkan untuk BBM jenis solar didapatkan dari pelangsir yang berada di Sampit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk satu jeriken ukuran 33 liter dihargai Rp240 ribu, tapi untuk isi biasanya kurang dari 33 liter,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menuturkan, seminggu sekali, BBM itu selanjutnya akan dijual langsung pada karyawan yang berada di perusahaan-perusahaan perkebunan untuk keperluan bahan bakar kendaraan dengan harga Rp270 ribu per jeriken 33 liter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Selain itu kita jual juga buat pengecer, dan biasanya juga sering dihutangi, dan bayarnya setelah gajian, dan untuk pengecer dibayar setelah laku terjual,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengakui, apa yang telah dilakukannya itu melanggar hukum, namun hal itu terpaksa dilakukan, karena pekerjaan sebagai supir travel yang ia lakoni sebelumnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sudah setahun saya menjual BBM seperti ini, karena pekerjaan saya sebelumnya tidak memberi hasil untuk mencukupi kebutuhan keluarga,&#8221; katanya. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SERUYAN &#8211; Sekitar 1 ton atau 1.089 liter bahan bakar minyak (BBM) diselewengkan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pihak Kepolisian Resor (Polres) Seruyan berhasil mengamankan BBM ilegal itu, Kamis (4\/6). Menurut Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal ( Reskrim Polres) Seruyan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Triyo Sugiyono di Kuala Pembuang, BBM ilegal diamankan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8809,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2267],"tags":[2677,3046,3694],"class_list":["post-8807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-seruyan-provinsi-kalimantan-tengah","tag-bbm-ilegal","tag-bbm-selundupan","tag-bbm-seruyan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}