{"id":90049,"date":"2025-03-11T16:39:05","date_gmt":"2025-03-11T08:39:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=90049"},"modified":"2025-03-18T14:55:21","modified_gmt":"2025-03-18T06:55:21","slug":"sertijab-pkk-bupati-ppu-pkk-penting-untuk-bangun-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/sertijab-pkk-bupati-ppu-pkk-penting-untuk-bangun-daerah\/","title":{"rendered":"Sertijab PKK, Bupati PPU: PKK Penting untuk Bangun Daerah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> \u2013 Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten PPU, yang berlangsung di Ruang Rapat Odah Etam, Samarinda, pada Sabtu (15\/03\/2025). Dalam acara tersebut, Sri Kusuma Winahyu menyerahkan jabatannya kepada Dewi Yuliana yang baru saja dilantik sebagai Ketua TP-PKK yang baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, serta Zainal Arifin yang sebelumnya menjabat sebagai Pj. Bupati PPU periode 2024-2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutannya, Sri Kusuma Winahyu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus TP-PKK Kabupaten PPU yang telah bekerja sama selama masa kepemimpinannya. &#8220;Saya mengucapkan terima kasih setulus hati kepada para pengurus TP-PKK atas kebersamaan dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga TP-PKK PPU terus berkembang dan semakin kompak dalam bersinergi dengan pemerintah untuk kemajuan masyarakat,&#8221; ungkap Sri Kusuma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga berharap agar kepemimpinan Dewi Yuliana dapat membawa TP-PKK PPU ke arah yang lebih baik dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Dewi Yuliana, Ketua TP-PKK PPU yang baru, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dijalankan oleh kepengurusan sebelumnya. &#8220;Ini adalah amanah besar yang harus saya jalankan. Terima kasih kepada Ibu Sri Kusuma Winahyu atas dedikasinya. Kami akan berusaha melanjutkan dan memperbaiki program yang sudah ada,&#8221; ujar Dewi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Mudyat Noor, dalam arahannya, menegaskan peran penting TP-PKK dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat. &#8220;Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri atas dedikasi yang telah beliau tunjukkan. Kepemimpinan beliau akan menjadi teladan bagi TP-PKK yang baru,&#8221; ujar Mudyat Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TP-PKK sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas. &#8220;Sebagai pemerintah, kami bertugas menjalankan kebijakan, sementara TP-PKK fokus pada pemberdayaan sosial. Keduanya harus saling mendukung untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati PPU juga berharap kepemimpinan TP-PKK yang baru dapat mendukung perkembangan Kabupaten PPU, khususnya dengan adanya dukungan dari kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). &#8220;PPU adalah daerah yang masih berkembang, namun dengan kehadiran IKN dan semangat TP-PKK, saya yakin kita bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,&#8221; tutupnya. [] (ADV\/Diskominfo PPU)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nistia Endah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2013 Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab) Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten PPU, yang berlangsung di Ruang Rapat Odah Etam, Samarinda, pada Sabtu (15\/03\/2025). Dalam acara tersebut, Sri Kusuma Winahyu menyerahkan jabatannya kepada Dewi Yuliana yang baru saja dilantik sebagai Ketua TP-PKK yang baru. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":90074,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,9034],"tags":[],"class_list":["post-90049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-diskominfo-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90049"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90075,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90049\/revisions\/90075"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/90074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}