{"id":91872,"date":"2025-03-24T16:08:36","date_gmt":"2025-03-24T08:08:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=91872"},"modified":"2025-03-24T16:08:36","modified_gmt":"2025-03-24T08:08:36","slug":"hemat-ongkos-warga-batam-mudik-lewat-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hemat-ongkos-warga-batam-mudik-lewat-malaysia\/","title":{"rendered":"Hemat Ongkos, Warga Batam Mudik Lewat Malaysia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KEPULAUAN RIAU<\/strong> \u2013 Banyak warga Batam, Kepulauan Riau, memilih jalur mudik melalui Malaysia untuk merayakan Idul Fitri 2025. Hal ini karena harga tiket pesawat dari Bandara Hang Nadim Batam dinilai lebih mahal dibandingkan dengan rute yang melewati Malaysia. Salah satu contohnya adalah Bagas, warga Batam Center, yang memilih terbang ke Jakarta via Kuala Lumpur (KLIA). Menurutnya, memilih rute melalui Malaysia dapat menghemat biaya perjalanan hingga Rp 300.000 per orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau dihitung, kami bisa menghemat hingga Rp 3,5 juta untuk lima orang. Harga tiket dari Batam jauh lebih mahal daripada lewat Malaysia,\u201d kata Bagas saat dihubungi pada Sabtu (22\/03\/2025). Ia menjelaskan, tiket pesawat Batam\u2013Jakarta melalui aplikasi Traveloka mencapai Rp 1,5 juta per orang, sementara tiket Malaysia\u2013Jakarta hanya Rp 500 ribu per orang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, biaya tambahan seperti tiket ferry internasional Batam\u2013Malaysia sekitar Rp 300.000 per orang, dan ongkos bus dari Larkin ke KLIA hanya sekitar Rp 100.000. \u201cDengan total Rp 1,5 juta per orang, kami sudah bisa mendapatkan tiket ferry dan bus, yang jauh lebih murah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Panca Nugraha, warga Tiban, juga merasakan hal serupa. Ia membatalkan rencana mudik Batam\u2013Surabaya karena harga tiket mencapai Rp 4 juta per orang. Namun setelah mengetahui harga tiket dari Malaysia lebih murah, Panca mempertimbangkan untuk berangkat dari KLIA. \u201cTiket Batam\u2013Surabaya sangat mahal, lebih baik dari Malaysia. Harganya jauh lebih terjangkau,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menggunakan jalur udara, beberapa warga Batam juga memilih menggunakan kapal Ro-ro atau kendaraan pribadi untuk mudik. Febri Andrean, warga Bengkong, berencana mudik ke Sumatera Barat menggunakan mobil pribadi dan kapal Ro-ro. Menurutnya, cara ini lebih hemat, menghemat hingga Rp 500.000 untuk lima anggota keluarganya. \u201cMudik lewat darat menggunakan kapal Ro-ro lebih murah dibandingkan pesawat. Memang waktu tempuhnya lebih lama, tapi hemat biaya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan beragam alternatif yang lebih hemat ini, warga Batam semakin memilih opsi perjalanan mudik yang lebih efisien dan terjangkau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEPULAUAN RIAU \u2013 Banyak warga Batam, Kepulauan Riau, memilih jalur mudik melalui Malaysia untuk merayakan Idul Fitri 2025. Hal ini karena harga tiket pesawat dari Bandara Hang Nadim Batam dinilai lebih mahal dibandingkan dengan rute yang melewati Malaysia. Salah satu contohnya adalah Bagas, warga Batam Center, yang memilih terbang ke Jakarta via Kuala Lumpur (KLIA). &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":91873,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9345],"tags":[],"class_list":["post-91872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kepulauan-riau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91874,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91872\/revisions\/91874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}