{"id":92457,"date":"2025-03-26T14:09:44","date_gmt":"2025-03-26T06:09:44","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=92457"},"modified":"2025-03-26T17:15:51","modified_gmt":"2025-03-26T09:15:51","slug":"djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/","title":{"rendered":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>JAKARTA<\/b> \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen Pajak) Nomor 79\/PJ\/2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Rabu (26\/03\/2025), Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan keringanan kepada wajib pajak yang kemungkinan mengalami keterlambatan pembayaran atau pelaporan karena adanya libur nasional dan cuti bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan kebijakan ini, wajib pajak orang pribadi tidak akan dikenakan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran PPh Pasal 29 dan pelaporan SPT Tahunan untuk tahun pajak 2024, jika dilakukan setelah 31 Maret 2025, namun paling lambat 11 April 2025,\u201d ungkap Dwi. Selain itu, penghapusan sanksi administratif ini juga berarti tidak akan diterbitkan Surat Tagihan Pajak (STP) bagi wajib pajak yang terlambat membayar pajak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan ini diambil mengingat batas akhir pembayaran PPh Pasal 29 dan pelaporan SPT Tahunan pada 31 Maret 2025 bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, yang berlangsung dari 28 Maret hingga 7 April 2025. Kondisi ini diperkirakan menyebabkan potensi keterlambatan, mengingat jumlah hari kerja pada bulan Maret menjadi lebih terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dwi menambahkan, keputusan tersebut juga diambil dengan mempertimbangkan keinginan pemerintah untuk memberikan kepastian hukum serta memperlakukan wajib pajak dengan adil, mengingat kondisi yang tidak terhindarkan ini. Keputusan ini berlaku khusus untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi untuk Tahun Pajak 2024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai informasi, PPh Pasal 29 mengacu pada kekurangan pembayaran pajak apabila jumlah pajak yang terutang melebihi kredit pajak yang telah dibayarkan sebelumnya. Kekurangan pembayaran pajak ini tercatat dalam SPT Tahunan dan wajib dibayar sebelum pelaporan SPT dilakukan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":92458,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-92457","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Nistia Endah Juniar Prawita\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-26T06:09:44+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-26T09:15:51+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#blogposting\",\"name\":\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo\",\"headline\":\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/yusa.jpg\",\"width\":650,\"height\":366},\"datePublished\":\"2025-03-26T14:09:44+08:00\",\"dateModified\":\"2025-03-26T17:15:51+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Nasional\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"Nasional\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nasional\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#listItem\",\"name\":\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/berita-nasional\\\/#listItem\",\"name\":\"Nasional\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/\",\"name\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/\",\"name\":\"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo\",\"description\":\"JAKARTA \\u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/yusa.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#mainImage\",\"width\":650,\"height\":366},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-03-26T14:09:44+08:00\",\"dateModified\":\"2025-03-26T17:15:51+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo","description":"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#blogposting","name":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo","headline":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/yusa.jpg","width":650,"height":366},"datePublished":"2025-03-26T14:09:44+08:00","dateModified":"2025-03-26T17:15:51+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#webpage"},"articleSection":"Nasional"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","name":"Nasional"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","position":2,"name":"Nasional","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#listItem","name":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#listItem","position":3,"name":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/#listItem","name":"Nasional"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/","name":"Nistia Endah Juniar Prawita","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Nistia Endah Juniar Prawita"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/","name":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo","description":"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/yusa.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#mainImage","width":650,"height":366},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/#mainImage"},"datePublished":"2025-03-26T14:09:44+08:00","dateModified":"2025-03-26T17:15:51+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo","og:description":"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-03-26T06:09:44+00:00","article:modified_time":"2025-03-26T09:15:51+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29 - Berita Borneo","twitter:description":"JAKARTA \u2013 Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan relaksasi bagi wajib pajak orang pribadi dengan menghapuskan sanksi administratif atas keterlambatan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh untuk tahun pajak 2024. Kebijakan ini berlaku hingga 11 April 2025, sebagai tindak lanjut dari Keputusan Direktur Jenderal Pajak (Kepdirjen","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"92457","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-03-26 09:15:57","updated":"2025-06-06 20:47:37","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/\" title=\"Nasional\">Nasional<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tDJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Nasional","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/berita-nasional\/"},{"label":"DJP Hapus Sanksi Administratif Keterlambatan Pembayaran Pajak PPh Pasal 29","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/djp-hapus-sanksi-administratif-keterlambatan-pembayaran-pajak-pph-pasal-29\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92457"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92459,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92457\/revisions\/92459"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92458"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92457"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92457"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92457"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}