{"id":92548,"date":"2025-03-27T10:09:40","date_gmt":"2025-03-27T02:09:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=92548"},"modified":"2025-03-27T10:09:40","modified_gmt":"2025-03-27T02:09:40","slug":"indonesia-gagal-raih-gelar-juara-di-swiss-open-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/indonesia-gagal-raih-gelar-juara-di-swiss-open-2025\/","title":{"rendered":"Indonesia Gagal Raih Gelar Juara di Swiss Open 2025"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>JAKARTA<\/b> \u2013 Ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri\/Daniel Marthin, harus puas menjadi runner-up di ajang Swiss Open 2025. Pasangan peringkat 15 dunia ini gagal meraih gelar juara setelah kalah dari pasangan Thailand, Kittinupong Kedren\/Dechapol Puavaranukroh, dengan skor 15-21, 21-18, dan 14-21 dalam laga final yang berlangsung pada Minggu (23\/03\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski hasil ini jauh dari harapan, Fikri\/Daniel tetap mengungkapkan rasa syukur bisa mencapai final. &#8220;Alhamdulillah tetap bersyukur bisa masuk final lagi, meskipun hasilnya belum sesuai yang kami inginkan. Secara permainan, pasangan Thailand lebih rapi, lebih solid, dan lebih tahan. Kami malah kurang sabar,&#8221; ujar Fikri dalam keterangan resmi yang dilansir dari PBSI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada gim kedua, Fikri\/Daniel sempat menunjukkan perlawanan yang sengit dan bahkan berhasil memaksakan pertandingan menuju rubber game. Namun, pada gim penentuan, pasangan Thailand tampil lebih siap, sementara Fikri\/Daniel kesulitan mengembangkan permainan mereka. &#8220;Kami sempat dapat momentum, tapi pada gim ketiga lawan lebih siap dan kami sulit mengimbangi mereka,&#8221; tambah Fikri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Senada dengan Fikri, Daniel Marthin juga mengakui bahwa pasangan Thailand menunjukkan permainan yang lebih disiplin. &#8220;Kami kecewa jadi runner-up, tapi tidak boleh berlarut-larut. Kami harus latihan lebih keras lagi dan coba lagi di turnamen berikutnya,&#8221; ungkap Daniel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kekalahan ini, rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 1-1, setelah sebelumnya Fikri\/Daniel berhasil mengalahkan Kittinupong\/Dechapol di Thailand Masters 2025 dengan skor 21-17, 21-13.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil ini membuat Indonesia gagal membawa pulang gelar dari Swiss Open 2025, mengingat Fikri\/Daniel adalah satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai final. Meski demikian, pasangan ganda putra Indonesia ini memilih untuk tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Mereka bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di turnamen-turnamen selanjutnya dalam kalender BWF World Tour.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan semangat yang tak surut, Fikri\/Daniel siap menghadapi tantangan berikutnya dan berusaha meraih prestasi lebih tinggi di turnamen internasional mendatang. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri\/Daniel Marthin, harus puas menjadi runner-up di ajang Swiss Open 2025. Pasangan peringkat 15 dunia ini gagal meraih gelar juara setelah kalah dari pasangan Thailand, Kittinupong Kedren\/Dechapol Puavaranukroh, dengan skor 15-21, 21-18, dan 14-21 dalam laga final yang berlangsung pada Minggu (23\/03\/2025). Meski hasil ini jauh dari harapan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":92549,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-92548","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92548","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92548"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92550,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92548\/revisions\/92550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92549"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}