{"id":92570,"date":"2025-03-27T10:38:32","date_gmt":"2025-03-27T02:38:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=92570"},"modified":"2025-03-27T10:38:32","modified_gmt":"2025-03-27T02:38:32","slug":"jalur-kutim-berau-rawan-longsor-pemudik-diminta-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalur-kutim-berau-rawan-longsor-pemudik-diminta-waspada\/","title":{"rendered":"Jalur Kutim-Berau Rawan Longsor, Pemudik Diminta Waspada"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-pm-slice=\"1 1 []\"><strong>BERAU<\/strong> \u2013 Menjelang Lebaran Idulfitri 1446 H, jalur yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau menjadi perhatian khusus lantaran rawan longsor. Berdasarkan hasil pemantauan serta laporan masyarakat, terdapat beberapa titik yang berpotensi longsor, yang dapat membahayakan pengguna jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, mengungkapkan bahwa jalur tersebut berada di bawah kewenangan nasional melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ditangani oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerkait kondisi jalur Kutim-Berau, kami berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani ruas Wahau-Kelay dan Kelay-Labanan,\u201d ujar Junaidi, Selasa (26\/3\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, titik longsor yang terdapat di Kecamatan Kelay telah mendapatkan penanganan. Namun, meskipun perbaikan telah dilakukan, potensi longsor masih tetap ada, terutama saat curah hujan tinggi. Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Berau dan Kutim, sehingga jika terjadi longsor, lalu lintas dapat terhambat secara signifikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerlebih menjelang Idulfitri dan meningkatnya arus mudik, kondisi ini harus diwaspadai. Berdasarkan informasi dari PPK Jalan Nasional Poros Kelay-Labanan, titik longsor sudah ditangani pada Selasa, 18 Maret 2025,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Junaidi menegaskan bahwa pemantauan terhadap jalur tersebut akan terus dilakukan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan BPJN jika diperlukan penanganan lebih lanjut. Selain itu, ia mengimbau masyarakat yang melintas agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pembentukan posko pengamanan terpadu di jalur Kutim-Berau. \u201cSementara belum ada,\u201d katanya singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kapolres Berau, AKBP Khairul Basyar, menyatakan bahwa kepolisian akan menyiapkan posko terpadu di kawasan wisata, seperti Pulau Derawan dan Maratua, guna memastikan keamanan masyarakat selama libur Lebaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur Kutim-Berau untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan informasi terkini mengenai kondisi jalan,\u201d pungkasnya.[]\n<p>Redaksi10<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Menjelang Lebaran Idulfitri 1446 H, jalur yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Berau menjadi perhatian khusus lantaran rawan longsor. Berdasarkan hasil pemantauan serta laporan masyarakat, terdapat beberapa titik yang berpotensi longsor, yang dapat membahayakan pengguna jalan. Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, mengungkapkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":92574,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-92570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":92575,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92570\/revisions\/92575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/92574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}