{"id":93194,"date":"2025-04-08T10:43:18","date_gmt":"2025-04-08T02:43:18","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=93194"},"modified":"2025-04-08T10:45:00","modified_gmt":"2025-04-08T02:45:00","slug":"taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/","title":{"rendered":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"299\" data-end=\"601\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"603\" data-end=\"931\">Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle Park Sangkima. Di sinilah pengunjung dapat menikmati pengalaman menjelajah hutan tropis yang lebat dan menantang, lengkap dengan suara gemericik sungai Sangkima, udara segar beraroma dedaunan, serta berbagai jembatan kayu ulin yang melintasi aliran air jernih.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"933\" data-end=\"1286\">Namun, daya pikat utama Jungle Park Sangkima adalah keberadaan pohon ulin raksasa (Eusideroxylon zwageri) yang diperkirakan telah tumbuh selama lebih dari seribu tahun. Ditemukan pada 1993 dengan diameter 2,42 meter, pohon ini terus menunjukkan pertumbuhan lambat namun konsisten. Berdasarkan pengukuran pada 2023, diameternya telah mencapai 2,52 meter.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1288\" data-end=\"1651\">Keberadaan pohon ulin tersebut tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga simbol pentingnya menjaga hutan tropis Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Jalur trekking sepanjang lima kilometer yang mengelilingi kawasan ini pun memberikan sensasi berpetualang yang beragam, mulai dari Tanjakan Meranti yang curam hingga Jembatan Sling yang bergoyang saat dilintasi.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1653\" data-end=\"1896\">Tidak jauh dari sana, sebuah rumah pohon berdiri kokoh, menawarkan pandangan panorama hutan dari ketinggian. Dari tempat ini, hamparan hijau TNK tampak begitu luas dan memukau, memberikan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1898\" data-end=\"2201\">Menurut Budi Isnaini, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sangatta, sejarah konservasi TNK bermula sejak era kolonial. \u201cSejarah kawasan Taman Nasional Kutai ini menarik dan menunjukkan bagaimana kesadaran akan pentingnya konservasi itu tumbuh dan berkembang,\u201d ujarnya Pada 8 April 2025.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2203\" data-end=\"2595\">TNK pertama kali ditetapkan sebagai hutan cadangan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1932 dengan luas dua juta hektare, yang kemudian diubah menjadi Suaka Margasatwa Kutai pada 1936 oleh Kerajaan Kutai seluas 190.000 hektare. Luas kawasan sempat berubah beberapa kali hingga akhirnya, pada 1991, TNK resmi ditetapkan sebagai taman nasional seluas 198.629 hektare oleh Kementerian Kehutanan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2597\" data-end=\"2852\">Perjalanan panjang kawasan ini mencerminkan evolusi pemikiran konservasi di Indonesia. Meski menghadapi tantangan perubahan alokasi lahan dari masa ke masa, upaya pelestarian tetap dilakukan demi menjaga kelestarian flora dan fauna yang hidup di dalamnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2854\" data-end=\"3054\">Dengan warisan alam yang tak ternilai dan pengalaman wisata yang edukatif, Taman Nasional Kutai menjadi representasi nyata hubungan manusia dengan alam yang harus terus dirawat secara berkelanjutan.[]\n<p data-start=\"2854\" data-end=\"3054\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":93195,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[],"class_list":["post-93194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"rara sadega\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-08T02:43:18+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-08T02:45:00+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#blogposting\",\"name\":\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo\",\"headline\":\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/rarasadega\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6314347918445890594.jpg\",\"width\":730,\"height\":487},\"datePublished\":\"2025-04-08T10:43:18+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-08T10:45:00+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Timur, Kutai Timur\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Timur\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kabupaten-kutai-timur\\\/#listItem\",\"name\":\"Kutai Timur\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kabupaten-kutai-timur\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kutai Timur\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kabupaten-kutai-timur\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#listItem\",\"name\":\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Timur\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-timur-kaltim\\\/kabupaten-kutai-timur\\\/#listItem\",\"name\":\"Kutai Timur\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/rarasadega\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/rarasadega\\\/\",\"name\":\"rara sadega\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/913596b174cd663f981335b0e017d55e192a7297f8374705d6ff6ad8efba5b36?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"rara sadega\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/\",\"name\":\"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo\",\"description\":\"KUTAI TIMUR \\u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/rarasadega\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/rarasadega\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/6314347918445890594.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#mainImage\",\"width\":730,\"height\":487},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-04-08T10:43:18+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-08T10:45:00+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo","description":"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#blogposting","name":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo","headline":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/rarasadega\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6314347918445890594.jpg","width":730,"height":487},"datePublished":"2025-04-08T10:43:18+08:00","dateModified":"2025-04-08T10:45:00+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Timur, Kutai Timur"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Timur","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/#listItem","name":"Kutai Timur"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/#listItem","position":3,"name":"Kutai Timur","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#listItem","name":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/#listItem","name":"Kalimantan Timur"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#listItem","position":4,"name":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/#listItem","name":"Kutai Timur"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/rarasadega\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/rarasadega\/","name":"rara sadega","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/913596b174cd663f981335b0e017d55e192a7297f8374705d6ff6ad8efba5b36?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"rara sadega"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/","name":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo","description":"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/rarasadega\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/rarasadega\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/6314347918445890594.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#mainImage","width":730,"height":487},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/#mainImage"},"datePublished":"2025-04-08T10:43:18+08:00","dateModified":"2025-04-08T10:45:00+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo","og:description":"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-04-08T02:43:18+00:00","article:modified_time":"2025-04-08T02:45:00+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini - Berita Borneo","twitter:description":"KUTAI TIMUR \u2013 Taman Nasional Kutai (TNK), yang terbentang di wilayah Kalimantan Timur, bukan sekadar hamparan hutan tropis biasa. Kawasan konservasi ini merupakan rumah bagi ragam spesies endemik, serta menjadi saksi sejarah panjang pelestarian ekosistem Kalimantan yang terus dijaga dari masa ke masa. Salah satu daya tarik utama TNK terletak di zona wisata alam Jungle","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"93194","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-04-08 02:43:29","updated":"2025-06-06 21:22:43","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/\" title=\"Kalimantan Timur\">Kalimantan Timur<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/\" title=\"Kutai Timur\">Kutai Timur<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tTaman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Timur","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/"},{"label":"Kutai Timur","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-timur-kaltim\/kabupaten-kutai-timur\/"},{"label":"Taman Nasional Kutai, Warisan Konservasi dari Zaman Kolonial hingga Kini","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/taman-nasional-kutai-warisan-konservasi-dari-zaman-kolonial-hingga-kini\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93194"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93198,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93194\/revisions\/93198"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}