{"id":93531,"date":"2025-04-09T14:14:43","date_gmt":"2025-04-09T06:14:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=93531"},"modified":"2025-04-09T14:14:43","modified_gmt":"2025-04-09T06:14:43","slug":"stadion-sepak-bola-biduk-biduk-siap-dibangun-lahan-sudah-dibebaskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/stadion-sepak-bola-biduk-biduk-siap-dibangun-lahan-sudah-dibebaskan\/","title":{"rendered":"Stadion Sepak Bola Biduk-Biduk Siap Dibangun, Lahan Sudah Dibebaskan"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"211\" data-end=\"556\"><strong data-start=\"211\" data-end=\"556\">BERAU \u2014 <\/strong>Harapan masyarakat Kecamatan Biduk-Biduk untuk memiliki stadion sepak bola sendiri kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Aspirasi yang telah lama disampaikan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tersebut, akhirnya mendapatkan perhatian serius dan kini memasuki tahapan awal pembangunan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"558\" data-end=\"902\">Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Abdul Waris, menyampaikan bahwa proses pembebasan lahan untuk pembangunan stadion telah rampung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau secara resmi menyelesaikan tahapan ini sebagai bagian dari rencana strategis pembangunan infrastruktur olahraga di wilayah pesisir selatan Berau.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"904\" data-end=\"1017\">\u201cSebelumnya saya usulkan untuk pematangan lahan. Kini sudah selesai,\u201d ujarnya saat ditemui pada Senin (6\/4\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1019\" data-end=\"1255\">Waris menjelaskan, stadion yang akan dibangun tidak ditujukan untuk menjadi bangunan mewah, melainkan cukup fungsional dan layak digunakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki antusiasme tinggi terhadap dunia olahraga.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1257\" data-end=\"1404\">\u201cTidak perlu megah, perkiraan anggaran sekitar 3 hingga 4 miliar rupiah. Saya rasa itu sudah cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1406\" data-end=\"1669\">Ia menekankan, kehadiran stadion ini akan membawa manfaat lebih luas, tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang terbuka bagi kegiatan komunitas, pusat pengembangan bakat anak muda, serta sarana untuk memperkuat identitas dan potensi lokal.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1671\" data-end=\"1924\">\u201cJika terealisasi, stadion ini bukan hanya akan menjadi ikon baru bagi Kecamatan Biduk-Biduk, tetapi juga wadah kebanggaan dan tempat berkumpul yang dapat membangkitkan semangat kebersamaan serta prestasi olahraga di wilayah pesisir Berau,\u201d jelas Waris.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1926\" data-end=\"2183\">Menurutnya, realisasi pembangunan stadion ini akan menjadi simbol kemajuan daerah yang selama ini belum memiliki infrastruktur olahraga yang memadai. Ia pun menyampaikan optimisme tinggi terhadap komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh rencana ini.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2185\" data-end=\"2292\">\u201cDengan kemauan yang kuat dari pemerintah daerah, saya yakin stadion ini bisa segera dibangun,\u201d pungkasnya.[]\n<p data-start=\"2185\" data-end=\"2292\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2014 Harapan masyarakat Kecamatan Biduk-Biduk untuk memiliki stadion sepak bola sendiri kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Aspirasi yang telah lama disampaikan dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tersebut, akhirnya mendapatkan perhatian serius dan kini memasuki tahapan awal pembangunan. Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Abdul Waris, menyampaikan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":93539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-93531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93540,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93531\/revisions\/93540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}