{"id":9385,"date":"2015-06-13T16:23:18","date_gmt":"2015-06-13T08:23:18","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=9385"},"modified":"2015-06-13T16:23:18","modified_gmt":"2015-06-13T08:23:18","slug":"bertahan-di-laut-selama-72-jam-lebih-baru-diselamatkan-nelayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bertahan-di-laut-selama-72-jam-lebih-baru-diselamatkan-nelayan\/","title":{"rendered":"Bertahan di Laut Selama 72 Jam Lebih, Baru Diselamatkan Nelayan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/korban-kapal-karam.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9386\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/korban-kapal-karam.jpg\" alt=\"korban kapal karam\" width=\"465\" height=\"291\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Dua pria gaek, yakni Sufri (40 th) warga Tansi, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah dan Sainul (50 th) warga Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju adalah korban Kapal Motor (KM) Titian Muhibah yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Selasa (9\/6) dini hari. Setelah 72 jam lebih mengapung di laut, Jumat (12\/6), keduanya berhasil selamat setelah ditemukan nelayan Mamuju, Sulawesi Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saat kami sedang mencari ikan di laut lepas, kami melihat tangan melambai-lambai meminta pertolongan. Saat itupun kami mendekati korban ini,&#8221; kata Hasman nelayan asal Bamballamotu di Mamuju Utara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">KM Titian Muhibah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Laut, Bontang, Kaltim, pada Senin (8\/6) pukul 13.30 Wita menuju Mamuju, Sulawesi Barat, dan sedianya tiba Selasa (9\/6) siang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/EIFAF-2015.gif\" alt=\"\" width=\"503\" height=\"60\" \/><br \/>\nKepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Matra Ir Ardillah langsung mengevakuasi keduanya untuk segera diberi pertolongan karena kondisi kedua korban masih sangat lemas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk bisa bertahan saya dengan Sainul harus berpegang pada kayu dan jerigen. Selama tiga hari terombang-ambing di lautan kami terkadang meneguk air laut,&#8221; kata Sufri salah seorang korban selamat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sufri menambahkan, selain memuat ratusan orang kapal juga memuat 12 unit kendaraan roda dua, dan beberapa mesin diesel dalam kapal, sekitar jam 1 malam kapal tiba &#8211; tiba saja tenggelam,&#8221; terang Sufri mengenang kejadian nahas tersebut. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BALIKPAPAN &#8211; Dua pria gaek, yakni Sufri (40 th) warga Tansi, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah dan Sainul (50 th) warga Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju adalah korban Kapal Motor (KM) Titian Muhibah yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Selasa (9\/6) dini hari. Setelah 72 jam lebih mengapung di laut, Jumat (12\/6), keduanya berhasil selamat setelah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9386,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,19,26],"tags":[],"class_list":["post-9385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9385"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9385\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}