{"id":93970,"date":"2025-04-10T11:16:23","date_gmt":"2025-04-10T03:16:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=93970"},"modified":"2025-04-11T11:20:47","modified_gmt":"2025-04-11T03:20:47","slug":"dad-samarinda-sesalkan-ilegal-eksploitasi-khdtk-unmul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dad-samarinda-sesalkan-ilegal-eksploitasi-khdtk-unmul\/","title":{"rendered":"DAD Samarinda Sesalkan Ilegal Eksploitasi KHDTK Unmul"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>SAMARINDA <\/b>\u2013 Penambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melakukan aksi penambangan batu bara di kawasan yang seharusnya dilindungi, termasuk area Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Para penambang, yang diduga beroperasi sepanjang libur Lebaran, menggunakan alat berat untuk membuka lahan seluas 3,2 hektare di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Samarinda, Hendrik Tandoh, menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan para penambang ilegal yang merusak kawasan pendidikan sekaligus hutan konservasi untuk masa depan. Hendrik menegaskan, bagi masyarakat adat Dayak, hutan memiliki makna yang sangat penting dan memberikan kesejukan bagi hati dan lingkungan hidup mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSangat disayangkan kejadian ini terjadi. Hutan ini harus diselamatkan karena bagi kami, masyarakat adat Dayak, hutan adalah sumber kesejukan,\u201d ujar Hendrik saat meninjau langsung kerusakan di KHDTK KRUS pada Rabu (09\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hendrik juga mendesak kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku penambangan ilegal, serta memastikan bahwa para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSegera tindak tegas pelaku yang ingin merusak hutan ini. Kejadian ini sangat menyakitkan kami sebagai warga Samarinda,\u201d tambah Hendrik, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DAD Kalimantan Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Hendrik berharap Universitas Mulawarman (Unmul) dapat memperbarui patok batas wilayah yang sudah hilang dan bekerja sama dengan pihaknya untuk memasang patok adat. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada pihak yang berani untuk menambang secara ilegal di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKedepan, kami berharap agar batas wilayah hutan ini diperjelas, baik dengan patok maupun tanda adat, sehingga yang merusak hutan ini bisa dikenakan sanksi,\u201d tandas Hendrik. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nistia Endah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Penambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melakukan aksi penambangan batu bara di kawasan yang seharusnya dilindungi, termasuk area Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Para penambang, yang diduga beroperasi sepanjang libur Lebaran, menggunakan alat berat untuk membuka lahan seluas 3,2 hektare di kawasan tersebut. Ketua Dewan Adat Dayak &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":93999,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,19,26,37],"tags":[],"class_list":["post-93970","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=93970"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94000,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/93970\/revisions\/94000"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/93999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=93970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=93970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=93970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}