{"id":94053,"date":"2025-04-11T16:26:40","date_gmt":"2025-04-11T08:26:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=94053"},"modified":"2025-04-11T16:26:40","modified_gmt":"2025-04-11T08:26:40","slug":"niat-menjala-udang-malah-disantap-buaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/niat-menjala-udang-malah-disantap-buaya\/","title":{"rendered":"Niat Menjala Udang, Malah Disantap Buaya"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"233\" data-end=\"326\"><b>PASER <\/b>\u2014 Seorang pria bernama Damianus Barus (54), warga Desa Tebru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dilaporkan hilang setelah menjala udang di Sungai Lonu. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan bagian tubuh manusia yang diduga kuat milik korban.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"664\" data-end=\"916\">\u201cKemarin saat pencarian ditemukan organ tubuh manusia yaitu tulang rusuk, usus serta empedu yang diduga kuat milik korban yang diterkam buaya,\u201d ungkap anggota tim penyelamat dari BPBD Paser, Marwansyah, saat dikonfirmasi pada Kamis (10\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"918\" data-end=\"1207\">Kejadian bermula pada Selasa (08\/04\/2025), ketika Damianus tidak kembali ke rumah setelah pergi menjala udang untuk mencari umpan memancing. Keluarga yang merasa curiga karena korban biasanya sudah kembali sebelum malam, kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi yang biasa didatangi korban.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1209\" data-end=\"1389\">\u201cIya biasanya korban pulang setelah mencari umpan (udang) untuk mancing ikan, tetapi sampai malam korban tidak pulang sehingga pihak keluarga mencari korban,\u201d jelas Marwansyah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1391\" data-end=\"1572\">Pencarian oleh keluarga menemukan beberapa barang milik Damianus di tepi sungai. Sebuah ember dan jala dalam keadaan rusak ditemukan bersama jejak kaki hewan buas yang diduga buaya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1574\" data-end=\"1710\">\u201cDi lokasi biasa korban cari undang itu cuma ditemukan ember dan jala yang sudah terkoyak sama jejak kaki binatang buas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1712\" data-end=\"1998\">Pencarian terus dilanjutkan oleh Tim SAR bersama aparat gabungan dari TNI dan Polri demi menjaga keselamatan petugas. Pada hari kedua, organ tubuh manusia mulai ditemukan, termasuk celana milik korban. Organ tersebut ditemukan sekitar 4,5 kilometer dari lokasi korban terakhir terlihat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2000\" data-end=\"2146\">\u201cBuaya nya besar, panjangnya sekitar 5 meter dan memiliki lebar 100 cm, jadi untuk pencarian hari ini kita dibantu TNI-Polri,\u201d ujar Marwansyah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2148\" data-end=\"2348\">Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di wilayah-wilayah yang rawan satwa liar, terutama di kawasan perairan yang menjadi habitat buaya muara. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2148\" data-end=\"2348\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2014 Seorang pria bernama Damianus Barus (54), warga Desa Tebru Paser Damai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dilaporkan hilang setelah menjala udang di Sungai Lonu. Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan bagian tubuh manusia yang diduga kuat milik korban. \u201cKemarin saat pencarian ditemukan organ tubuh manusia yaitu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":94054,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,477],"tags":[],"class_list":["post-94053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94055,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94053\/revisions\/94055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}