{"id":9418,"date":"2015-06-14T02:26:31","date_gmt":"2015-06-13T18:26:31","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=9418"},"modified":"2015-06-14T02:26:31","modified_gmt":"2015-06-13T18:26:31","slug":"63-pelajar-masuk-desa-dilepas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/63-pelajar-masuk-desa-dilepas\/","title":{"rendered":"63 Pelajar Masuk Desa Dilepas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/pelepasan-siswa-MAN-Tanjung-Selor.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-9420\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/pelepasan-siswa-MAN-Tanjung-Selor.jpg\" alt=\"pelepasan siswa MAN Tanjung Selor\" width=\"525\" height=\"348\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BULUNGAN<\/strong> &#8211; Melalui program Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM), sekitar 63 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), turun ke desa, membaur dengan masyarakat untuk mengabdi dan memberikan layanan. Sabtu (13\/6\/2015) pagi, mereka dilepas Bupati Bulungan, Budiman Arifin dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan, Ahmad Nabhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Acara pelepasan berlangsung di ruangan Gedung Tamaddun. Pada acara itu, salah seorang pelajar yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, merasa senang bisa terlibat dalam PPM karena bisa mengekspresikan diri dan berkreasi di tengah-tengah masyarakat. \u201cPertama kalinya saya ikut ini. Mencari pengalaman dan mencari banyak kenalan,\u201d tutur Dani, pelajar MAN Tanjung Selor ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kepala Sekolah MAN Tanjung Selor, Samsudin, bahwa pelajar yang terlibat dalam kegiatan PPM ini sebanyak 60 orang yang akan terbagi dalam 13 kelompok dan diselenggarakan selama 25 hari. \u201cKami akan sebar ke 9 desa yang ada di Kabupaten Bulungan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menambahkan, program tersebut merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh pihak sekolah Madrasah di Tanjung Selor. Tahun ini hanya dilakukan oleh Tanjung Selor. Sementara madrasah di Kota Tarakan tidak terlibat karena daerahnya hanya kecil dan tidak banyak perdesaan. \u201cProgram kami hanya ada di Tanjung Selor. Ini hanya ada satu-satunya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Ditempat lain belum ada, paling hanya dilakukan di lingkungan perguruan tinggi saja,\u201d ujar Samsudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai upaya memaksimalkan program tersebut, pihaknya mendapat bantuan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Bulungan sebesar Rp 100 juta dan dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional sejumlah Rp 43 juta. \u201cPeserta yang ikut PPM tahun ini gratis. Para pelajar tidak dikenai biaya. Yang penting serius mengikuti programnya,\u201d kata Samsudin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena itu, sebagai langkah ekstra, setiap pelajar yang ikut program ini diwajibkan memiliki kesiapan bekal pengetahauan dan rutin membuat laporan hasil kegiatan. \u201cDi masyarakat peserta akan ada yang ikut membantu mengajar mengaji. Jadi imam. Ikut bantu-batnu bersihkan lingkungan, masih banyak lagi programnya,\u201d urainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditambahkan, Bupati Bulungan Budiman Arifin menuturkan, Pemkab Bulungan menyambut positif akan kegiatan tersebut karena menumbuhkan jiwa sosial dan kemandirian di kalangan remaja. \u201cBagus sekali. Saya mendukung. Kesempatan anak-anak untuk belajar mengabdi kepada masyarakat,\u201d tuturnya. [] TBK<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BULUNGAN &#8211; Melalui program Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM), sekitar 63 siswa dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), turun ke desa, membaur dengan masyarakat untuk mengabdi dan memberikan layanan. Sabtu (13\/6\/2015) pagi, mereka dilepas Bupati Bulungan, Budiman Arifin dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bulungan, Ahmad Nabhan. Acara pelepasan berlangsung di ruangan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9420,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2256,27],"tags":[],"class_list":["post-9418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bulungan","category-kalimantan-utara-kaltara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9418"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9418\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}