{"id":94397,"date":"2025-04-12T17:17:07","date_gmt":"2025-04-12T09:17:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=94397"},"modified":"2025-04-12T17:17:07","modified_gmt":"2025-04-12T09:17:07","slug":"dua-suporter-tewas-laga-colo-colo-vs-fortaleza-dihentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-suporter-tewas-laga-colo-colo-vs-fortaleza-dihentikan\/","title":{"rendered":"Dua Suporter Tewas, Laga Colo Colo vs Fortaleza Dihentikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANTIAGO<\/strong> \u2013 Tragedi menyelimuti pertandingan Copa Libertadores antara Colo Colo dan Fortaleza setelah dua orang suporter dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (10\/04\/2025) di luar Stadion Monumental, Santiago, Chile. Kedua korban tewas sebelum pertandingan dimulai, dalam insiden yang melibatkan kericuhan di sekitar area stadion.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan otoritas setempat, insiden bermula ketika sekelompok penggemar mencoba memaksa masuk ke stadion dengan merobohkan pagar pelindung. Dalam proses tersebut, dua orang tertimpa pagar dan tidak dapat diselamatkan. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu lainnya mengembuskan napas terakhir di fasilitas medis terdekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jaksa Wilayah Eastern Flagrancy, Francisco Morales, menjelaskan bahwa para suporter memasuki area stadion melalui Casa Alba\u2014gedung yang terletak bersebelahan dengan stadion utama. Polisi yang berjaga berusaha mencegah massa masuk, namun terjadi penyerbuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTerjadi penyerbuan, yang mengakibatkan runtuhnya pagar,\u201d ujar Morales seperti dikutip dari The Associated Press. \u201cSaat ini kami sedang menyelidiki apakah ada kendaraan polisi yang terlibat dalam kematian tersebut,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski tragedi telah terjadi, pertandingan tetap dimulai seperti dijadwalkan. Namun, laga dihentikan pada menit ke-70 saat suporter tuan rumah melemparkan benda ke dalam lapangan sebagai bentuk protes. Saat itu, skor masih imbang 0-0.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemain Fortaleza langsung berlari ke ruang ganti untuk mencari perlindungan. Sementara itu, para pemain Colo Colo, termasuk kapten Esteban Pavez dan Arturo Vidal, berusaha menenangkan suporter. Pertandingan kemudian dinyatakan ditangguhkan secara resmi oleh wasit asal Uruguay, Gustavo Tejera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi insiden ini, otoritas sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, mengeluarkan pernyataan duka. \u201cCONMEBOL sangat menyesalkan kematian dua penggemar di dekat Stadion Monumental sebelum dimulainya pertandingan antara Colo Colo dan Fortaleza,\u201d bunyi pernyataan resmi. \u201cKami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih mereka,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut terkait jadwal ulang pertandingan maupun perkembangan hasil investigasi resmi dari otoritas Chile. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pengamanan yang ketat dalam pertandingan besar untuk menghindari tragedi serupa di masa mendatang. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SANTIAGO \u2013 Tragedi menyelimuti pertandingan Copa Libertadores antara Colo Colo dan Fortaleza setelah dua orang suporter dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (10\/04\/2025) di luar Stadion Monumental, Santiago, Chile. Kedua korban tewas sebelum pertandingan dimulai, dalam insiden yang melibatkan kericuhan di sekitar area stadion. Menurut laporan otoritas setempat, insiden bermula ketika sekelompok penggemar mencoba memaksa masuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":94398,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,17,2254],"tags":[],"class_list":["post-94397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-headlines","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94397"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94399,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94397\/revisions\/94399"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}