{"id":94510,"date":"2025-04-14T15:13:40","date_gmt":"2025-04-14T07:13:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=94510"},"modified":"2025-04-14T15:13:40","modified_gmt":"2025-04-14T07:13:40","slug":"tewas-tercebur-sungai-saat-bersepeda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tewas-tercebur-sungai-saat-bersepeda\/","title":{"rendered":"Tewas Tercebur Sungai Saat Bersepeda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2013 Seorang bocah laki-laki berinisial AA (8), warga Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan, ditemukan meninggal dunia di dasar sungai setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (11\/04\/2025). Korban diduga tercebur saat tengah bersepeda di sekitar kawasan tempat tinggalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi awal diperoleh dari keluarga yang merasa khawatir karena AA tidak kunjung pulang hingga malam hari. Setelah dilakukan pencarian oleh warga sekitar, hanya sepeda milik korban yang ditemukan tergeletak di tepi sungai tanpa jejak keberadaan AA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban dilaporkan hilang sejak kemarin, sehingga pihak keluarga menghubungi tim SAR untuk proses pencarian,\u201d ujar Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana kepada wartawan, Sabtu (12\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi laporan tersebut, Basarnas Banjarmasin langsung mengerahkan satu tim penyelamat yang dilengkapi dengan perahu karet untuk menyisir lokasi yang diduga sebagai tempat jatuhnya korban. Namun, pencarian awal tidak membuahkan hasil karena sungai tersebut dipenuhi tanaman liar yang menyulitkan proses penyisiran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pagi harinya, pencarian kembali dilanjutkan dengan memperluas area. Sekitar pukul 11.00 Wita, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad AA ditemukan tersangkut di antara rerumputan di dasar sungai, sekitar 30 meter dari titik terakhir korban terlihat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPukul 11.00 Wita, Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak 30 meter dari lokasi pertama kali korban dinyatakan hilang,\u201d jelas Sudayana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah ditemukan, jenazah AA langsung dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih agar jenazah segera dimakamkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban langsung kami bawa ke rumah duka dan kami serahkan ke pihak keluarga,\u201d tambah Sudayana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus anak-anak yang menjadi korban tenggelam di perairan terbuka. Pihak berwenang mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan, khususnya saat anak bermain di sekitar area yang berisiko tinggi seperti sungai dan danau. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Seorang bocah laki-laki berinisial AA (8), warga Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan, ditemukan meninggal dunia di dasar sungai setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (11\/04\/2025). Korban diduga tercebur saat tengah bersepeda di sekitar kawasan tempat tinggalnya. Informasi awal diperoleh dari keluarga yang merasa khawatir karena AA tidak kunjung pulang hingga malam hari. Setelah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":94511,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[],"class_list":["post-94510","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94510","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94510"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94510\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94513,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94510\/revisions\/94513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94511"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94510"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94510"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94510"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}