{"id":95041,"date":"2025-04-16T17:30:21","date_gmt":"2025-04-16T09:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95041"},"modified":"2025-04-16T17:30:21","modified_gmt":"2025-04-16T09:30:21","slug":"zuckerberg-terancam-lepas-instagram-dan-whatsapp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/zuckerberg-terancam-lepas-instagram-dan-whatsapp\/","title":{"rendered":"Zuckerberg Terancam Lepas Instagram dan WhatsApp"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>WASHINGTON<\/strong> \u2013 Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms Inc., menghadapi ancaman serius dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (Federal Trade Commission\/FTC) terkait kepemilikan dua layanan populernya, yakni Instagram dan WhatsApp.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">FTC kembali menggulirkan gugatan antimonopoli yang telah berlangsung sejak 2020. Dalam dokumen yang dipublikasikan baru-baru ini, lembaga pengawas tersebut menyatakan bahwa akuisisi Meta atas Instagram (2012) dan WhatsApp (2014) dilakukan untuk menghalangi potensi persaingan yang bisa menggerus dominasi Facebook di ranah media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daniel Matheson, pengacara dari FTC, menilai akuisisi kedua perusahaan tersebut bukanlah strategi pengembangan biasa, melainkan langkah sistematis untuk menyingkirkan pesaing yang dinilai mengancam posisi pasar Meta. \u201cMeta membeli dua startup tersebut karena khawatir keduanya menjadi ancaman serius bagi dominasinya,\u201d kata Matheson.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sidang antimonopoli yang digelar pada Senin (14\/04\/2025), Zuckerberg hadir untuk memberikan kesaksian. Ia membantah seluruh tuduhan, termasuk anggapan bahwa Meta memiliki kendali penuh atas pasar platform berbagi konten antarteman dan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPraktik berbagi dengan teman dan keluarga hanya salah satu dari banyak prioritas kami. Fokus lainnya adalah membantu pengguna menemukan konten,\u201d ujar Zuckerberg dalam pembelaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti perubahan perilaku pengguna sejak 2018, saat Facebook mulai menampilkan lebih banyak konten dari teman dibandingkan akun publik. Alih-alih memposting ke lini masa, pengguna kini lebih suka berbagi melalui pesan pribadi atau grup percakapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya kira, orang-orang keliru memahami bagaimana keterlibatan sosial secara online berkembang,\u201d ujar Zuckerberg. \u201cOrang-orang terus terlibat dengan banyak hal yang tidak dilakukan teman-temannya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, FTC tak berhenti di situ. Lembaga ini mengungkap sejumlah e-mail internal yang disebut menunjukkan niat awal Zuckerberg dalam mengakuisisi Instagram dan WhatsApp adalah untuk \u201cmembeli daripada bersaing.\u201d Salah satu e-mail menyebut kekhawatiran bahwa WhatsApp bisa berkembang menjadi jejaring sosial mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati demikian, Zuckerberg tetap bersikukuh bahwa keputusan akuisisi keduanya telah memberikan manfaat besar bagi pengguna, meski kini relevansinya mulai dipertanyakan seiring ketatnya persaingan dengan TikTok, YouTube, serta layanan iMessage dari Apple.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika FTC memenangkan gugatan, bukan tidak mungkin Meta akan dipaksa untuk merestrukturisasi perusahaan atau bahkan melepas kepemilikan atas Instagram dan WhatsApp, dua layanan andalan yang selama ini menjadi pilar ekosistem Meta. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WASHINGTON \u2013 Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms Inc., menghadapi ancaman serius dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (Federal Trade Commission\/FTC) terkait kepemilikan dua layanan populernya, yakni Instagram dan WhatsApp. FTC kembali menggulirkan gugatan antimonopoli yang telah berlangsung sejak 2020. Dalam dokumen yang dipublikasikan baru-baru ini, lembaga pengawas tersebut menyatakan bahwa akuisisi Meta atas Instagram (2012) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95043,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[],"class_list":["post-95041","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95041","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95041"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95047,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95041\/revisions\/95047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}