{"id":95192,"date":"2025-04-17T17:38:28","date_gmt":"2025-04-17T09:38:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95192"},"modified":"2025-04-17T18:00:53","modified_gmt":"2025-04-17T10:00:53","slug":"kalsel-darurat-maling-beragam-barang-rumah-raib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kalsel-darurat-maling-beragam-barang-rumah-raib\/","title":{"rendered":"Kalsel Darurat Maling!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> \u2013 Warga Desa Telaga, khususnya di permukiman Tungkaransahang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tengah diliputi keresahan. Dalam dua pekan terakhir, serangkaian aksi pencurian dilaporkan terjadi di lingkungan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barang-barang yang dicuri cukup beragam, mulai dari kebutuhan pokok hingga peralatan rumah tangga dan pertanian. Di antaranya adalah mie instan, mesin pemotong rumput, pompa air atau genset, tabung elpiji tiga kilogram, serta bibit kelapa sawit. Aksi si pencuri yang diduga beraksi pada malam hari ini membuat warga makin khawatir akan keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu warga, Acil Idah, menjadi korban pencurian terbaru. Ia menyadari kehilangan satu unit mesin pemotong rumput miliknya pada Senin (14\/04\/2025) pagi. \u201cKaget saya pas ke halaman depan samping, sudah hilang barangnya. Di situ selama ini kami meletakkannya,\u201d ujarnya. Mesin yang diperkirakan seharga lebih dari satu juta rupiah itu biasanya hanya diikat dengan tali rafia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya Acil Idah, Arkani, warga RT 8 Dusun 1, juga mengalami nasib serupa. Warung miliknya dibobol pada malam yang sama. Pencuri diduga menggunakan gunting besi berukuran besar untuk memotong grendel kunci gembok kiosnya. &#8220;Sepertinya pakai gunting besi besar hingga bisa memotong grendel yang keras itu,&#8221; tuturnya. Ia menyebutkan mie instan menjadi salah satu barang yang dicuri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus serupa dialami pula oleh warga lainnya, termasuk kehilangan dua tabung elpiji tiga kilogram serta satu unit genset. Bahkan, bibit kelapa sawit juga menjadi incaran pelaku. Salah satu warga mengaku kehilangan sepuluh bibit sekitar dua minggu lalu dan lima bibit lagi beberapa hari kemudian. Satu bibit kelapa sawit diperkirakan seharga Rp55.000.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKini mungkin barang yang dicuri masih kecil-kecil, tapi kalau dibiarkan bisa-bisa nanti jadi mencuri barang yang lebih mahal,\u201d ungkap Arkani yang berharap pelaku segera terungkap. Senada dengan itu, warga lainnya juga mengharapkan pihak berwajib segera bertindak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa Telaga, Said Umar Assegaf, membenarkan adanya serangkaian pencurian tersebut. \u201cYa memang benar ada kejadian itu, beberapa warga kemalingan. Warga cukup dibuat resah juga oleh ulah pelaku,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas dan menangkap pelaku agar rasa aman di lingkungan mereka dapat kembali pulih. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT \u2013 Warga Desa Telaga, khususnya di permukiman Tungkaransahang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, tengah diliputi keresahan. Dalam dua pekan terakhir, serangkaian aksi pencurian dilaporkan terjadi di lingkungan mereka. Barang-barang yang dicuri cukup beragam, mulai dari kebutuhan pokok hingga peralatan rumah tangga dan pertanian. Di antaranya adalah mie instan, mesin pemotong &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95193,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2276,2277],"tags":[],"class_list":["post-95192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95192"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95205,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95192\/revisions\/95205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}