{"id":95251,"date":"2025-04-17T18:17:36","date_gmt":"2025-04-17T10:17:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95251"},"modified":"2025-04-17T18:17:36","modified_gmt":"2025-04-17T10:17:36","slug":"muatan-pelajaran-sekolah-bakal-dikurangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/muatan-pelajaran-sekolah-bakal-dikurangi\/","title":{"rendered":"Muatan Pelajaran Sekolah Bakal Dikurangi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengurangi muatan pada setiap mata pelajaran sebagai bagian dari penerapan metode pembelajaran baru bernama <em>deep learning<\/em> atau pembelajaran mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu&#8217;ti, menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran ini menekankan pada pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual terhadap materi pelajaran. Ia menegaskan, agar proses pembelajaran lebih bermakna, maka siswa tidak bisa terus-menerus dibebani dengan materi yang terlalu padat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena pembelajaran mendalam itu menekankan pembelajaran yang lebih konstruktivis, ini teori pelajaran konstruktivis, kemudian deep learning proses, proses pembelajaran yang mendalam berpikir tingkat tinggi,\u201d ujar Mu\u2019ti di Kantor Kemendikdasmen, Jumat (11\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Mu\u2019ti, metode ini akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk benar-benar mendalami apa yang mereka pelajari, bukan sekadar menghafal atau mengerjakan soal. Ia menyebut bahwa pengurangan muatan akan berlaku di semua mata pelajaran, namun belum menyebutkan secara pasti persentase pengurangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua mata pelajaran,\u201d jawab Mu\u2019ti singkat saat ditanya mengenai cakupan kebijakan ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mu\u2019ti menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk mendukung implementasi deep learning, materi yang diajarkan harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik serta berorientasi pada nilai dan makna. \u201cNilai harus melekat pada semua mata pembelajaran, dan nilai menjadi makna utama dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, selain aspek pengetahuan dan kemampuan, deep learning juga harus mengedepankan pentingnya nilai,\u201d ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (14\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga memaparkan bahwa pendekatan deep learning berpijak pada tiga prinsip utama, yakni mindful, meaningful, dan joyful. Prinsip pertama, mindful, menekankan pentingnya kesadaran penuh dalam proses belajar mengajar serta penghormatan kepada setiap individu siswa. Kedua, meaningful, yaitu pembelajaran yang membawa makna dan relevansi dalam kehidupan nyata. Ketiga, joyful, mengacu pada pentingnya pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangkitkan rasa ingin tahu siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Mu\u2019ti menegaskan bahwa tidak semua sekolah akan langsung menerapkan metode ini dalam waktu dekat. \u201cIni masih ongoing process (masih dalam proses berjalan),\u201d katanya dalam seminar nasional yang membahas program deep learning, Senin (17\/02\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap pendidikan tidak hanya menjadi sarana penguasaan materi, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis yang lebih mendalam bagi generasi muda. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengurangi muatan pada setiap mata pelajaran sebagai bagian dari penerapan metode pembelajaran baru bernama deep learning atau pembelajaran mendalam. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu&#8217;ti, menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran ini menekankan pada pemahaman yang lebih dalam dan kontekstual terhadap materi pelajaran. Ia menegaskan, agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95252,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,35],"tags":[],"class_list":["post-95251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95251"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95251\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95254,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95251\/revisions\/95254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95252"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}