{"id":95423,"date":"2025-04-19T16:07:32","date_gmt":"2025-04-19T08:07:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95423"},"modified":"2025-04-19T16:07:32","modified_gmt":"2025-04-19T08:07:32","slug":"nunukan-teriak-keadilan-mbg-tak-sentuh-daerah-3t","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nunukan-teriak-keadilan-mbg-tak-sentuh-daerah-3t\/","title":{"rendered":"Nunukan Teriak Keadilan: MBG Tak Sentuh Daerah 3T"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2014 Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyampaikan perkembangan terkini terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat. Meski telah berjalan di sebagian wilayah, program ini diketahui belum menjangkau daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Krayan dan Lumbis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan MBG baru dapat dilakukan di dua titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni di wilayah Nunukan dan Nunukan Selatan. Program ini telah menyasar sebanyak 6.650 siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBelum semua wilayah terjangkau, tapi ini program pusat, jadi kami yakin akan meluas,\u201d kata Akhmad, Rabu (16\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam distribusi program MBG di wilayah perbatasan dan pedalaman. Akhmad mengungkapkan, daerah seperti Lumbis hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai, yang memerlukan biaya logistik tinggi serta waktu tempuh yang tidak singkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe daerah seperti Lumbis hanya bisa lewat sungai, itu kendalanya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejalan dengan upaya peningkatan gizi anak sekolah, revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi perhatian. Pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR, disebut telah memberikan bantuan untuk mendukung fasilitas pendidikan di perbatasan. Akhmad menyatakan harapannya agar tahun ini wilayah Krayan turut memperoleh perhatian serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBantuan dari Kementerian PUPR sudah ada. Kami harap tahun ini wilayah Krayan juga mendapat perhatian,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala SMPN 1 Krayan Selatan, Agustinus, menyuarakan keluhannya terkait belum hadirnya program MBG di wilayah Krayan. Ia menilai, pelaksanaan MBG selama ini masih terkonsentrasi di wilayah kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProgram makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah juga belum menyentuh Krayan. Di kota sudah jalan, tapi kami di sini tidak dapat apa-apa,\u201d tutur Agustinus, Selasa (15\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi keluhan tersebut, Kadisdik Nunukan menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memperjuangkan pemerataan program MBG dan perbaikan fasilitas pendidikan, termasuk di daerah 3T. Ia berharap seluruh anak-anak di Nunukan, mulai dari SD hingga SMA, bisa segera merasakan manfaat dari program gizi ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMudah-mudahan dalam waktu dekat, anak-anak di semua wilayah bisa menikmati MBG seperti di Nunukan dan Nunukan Selatan,\u201d pungkas Akhmad. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2014 Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menyampaikan perkembangan terkini terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat. Meski telah berjalan di sebagian wilayah, program ini diketahui belum menjangkau daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Krayan dan Lumbis. Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, menjelaskan bahwa saat ini pelaksanaan MBG baru &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95425,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[],"class_list":["post-95423","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95426,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95423\/revisions\/95426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}