{"id":95495,"date":"2025-04-19T16:36:54","date_gmt":"2025-04-19T08:36:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95495"},"modified":"2025-04-19T16:36:54","modified_gmt":"2025-04-19T08:36:54","slug":"film-indonesia-bersinar-di-roma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/film-indonesia-bersinar-di-roma\/","title":{"rendered":"Film Indonesia Bersinar di Roma"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ROMA<\/strong> \u2013 Dua film Tanah Air berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilman internasional. Dalam ajang Asian Film Festival 2025 yang digelar di Roma, Italia, film Tale of the Land dan Yohanna meraih penghargaan bergengsi masing-masing sebagai Most Original Film dan Best Actress.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam keterangan resmi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, Kamis (17\/04\/2025) disebutkan bahwa kedua film tersebut diputar dalam rangkaian program Indonesian Day yang menjadi bagian dari festival tahunan itu. Penayangan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan karya-karya sinema Indonesia kepada publik Eropa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tale of the Land, karya sutradara Loeloe Hendra Komara, dinilai memiliki kekuatan visual yang kuat serta narasi yang puitis. Film tersebut disebut mampu memadukan antara daratan dan lautan dalam dunia visioner yang sarat metafora, serta menghadirkan tragedi keluarga sebagai kisah universal yang menyentuh sisi mitologis maupun realitas sosial masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cFilm ini menghadirkan drama kolektif yang menggantung di antara mimpi dan kenyataan, antara mitos dan sejarah,\u201d ujar dewan juri dalam pernyataannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Laura Basuki memperoleh penghargaan Best Actress berkat perannya dalam film Yohanna yang disutradarai oleh Razka Robby Ertanto. Peran yang ia mainkan, sebagai seorang biarawati, dinilai memiliki kedalaman emosional yang langka. Penampilannya disebut memadukan kelembutan dengan keteguhan, dan berhasil menampilkan sosok perempuan yang penuh kasih namun juga bergulat dengan kekecewaan batin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLaura membawa kita dalam perjalanan spiritual yang mendalam tanpa kesan menggurui. Ia mempersembahkan karakter yang mencintai tanpa mengidealkan, dan berjuang tanpa kehilangan cahaya jiwanya,\u201d demikian ungkap juri festival.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghargaan untuk kedua film diterima oleh pihak KBRI Roma, yang diwakili oleh Counsellor Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya, Dilla Trianti. Ia menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan menyatakan harapannya agar film Indonesia semakin dikenal dan dihargai di Italia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeberhasilan ini membuktikan bahwa kisah-kisah dari Indonesia mampu menggema melampaui batas geografis, menyentuh sisi kemanusiaan universal dan mendapat tempat di hati penonton dunia,\u201d ujar Dilla.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghargaan yang diberikan berupa lukisan adegan ikonis dari masing-masing film, yang juga menjadi simbol apresiasi terhadap seni sinematik Indonesia yang terus berkembang dan menemukan ruangnya di panggung global. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ROMA \u2013 Dua film Tanah Air berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah perfilman internasional. Dalam ajang Asian Film Festival 2025 yang digelar di Roma, Italia, film Tale of the Land dan Yohanna meraih penghargaan bergengsi masing-masing sebagai Most Original Film dan Best Actress. Dalam keterangan resmi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95498,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[],"class_list":["post-95495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95499,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95495\/revisions\/95499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}