{"id":95526,"date":"2025-04-19T16:55:38","date_gmt":"2025-04-19T08:55:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95526"},"modified":"2025-04-19T16:55:38","modified_gmt":"2025-04-19T08:55:38","slug":"ombak-besar-terjang-permukiman-di-situbondo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ombak-besar-terjang-permukiman-di-situbondo\/","title":{"rendered":"Ombak Besar Terjang Permukiman di Situbondo"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> \u2013 Gelombang pasang akibat cuaca ekstrem menerjang permukiman warga di Dusun Pesisir, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat (18\/04\/2025). Bencana ini menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga, satu di antaranya mengalami kerusakan parah hingga tak bisa lagi ditempati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari angin kencang dan hujan yang mulai terjadi sejak pukul 09.00 WIB. Cuaca buruk itu kemudian memicu naiknya gelombang laut hingga akhirnya menerjang kawasan permukiman pesisir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cGelombang pasang diawali angin kencang dan hujan, setelah itu ombak membesar dan menerjang rumah,\u201d ungkap Sruwi saat memberikan keterangan kepada wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan BPBD, puncak gelombang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Ombak besar menggerus garis pantai dan menghantam bangunan rumah warga yang berada di dekat bibir pantai. Satu rumah dilaporkan rusak berat, sementara tiga lainnya masih tergolong layak huni meski mengalami kerusakan ringan hingga sedang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTotal kerusakan mencapai Rp29 juta, semua pemilik rumah diungsikan ke rumah tetangga,\u201d tambah Sruwi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Empat rumah yang terdampak diketahui milik Sanu (64), Suni (84), Baena (44), dan Anisa Oktaviana (25). Para korban saat ini mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil menanti bantuan dari pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">BPBD Situbondo juga telah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk mendistribusikan bantuan logistik darurat kepada para korban. Bantuan yang disiapkan antara lain berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKondisi gelombang pasang sekarang sudah mulai surut, ini salah satu dampak dari cuaca ekstrem,\u201d tutup Sruwi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak berwenang mengimbau warga pesisir untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG serta segera melapor kepada aparat desa jika muncul tanda-tanda gelombang besar susulan []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA TIMUR \u2013 Gelombang pasang akibat cuaca ekstrem menerjang permukiman warga di Dusun Pesisir, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Jumat (18\/04\/2025). Bencana ini menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga, satu di antaranya mengalami kerusakan parah hingga tak bisa lagi ditempati. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto, menjelaskan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95528,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9290],"tags":[],"class_list":["post-95526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95529,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95526\/revisions\/95529"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}