{"id":95644,"date":"2025-04-21T09:30:21","date_gmt":"2025-04-21T01:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95644"},"modified":"2025-04-21T09:30:21","modified_gmt":"2025-04-21T01:30:21","slug":"nunukan-banjir-mtq-sembakung-terdampak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/nunukan-banjir-mtq-sembakung-terdampak\/","title":{"rendered":"Nunukan Banjir, MTQ Sembakung Terdampak"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"365\" data-end=\"681\"><strong>NUNUKAN<\/strong> \u2013 Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan pada Jumat (18\/04\/2025) malam hingga Sabtu pagi menyebabkan banjir di dua kecamatan, yakni Sembakung dan Lumbis. Tingginya curah hujan membuat sungai di wilayah tersebut meluap dan menggenangi permukiman serta sejumlah fasilitas umum.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"683\" data-end=\"1093\">Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Arief Budiman, mengonfirmasi bahwa kenaikan tinggi muka air (TMA) Sungai Sembakung terjadi secara signifikan. Berdasarkan pemantauan BPBD, TMA naik dari 4,08 meter menjadi 4,27 meter, atau meningkat sekitar 19 sentimeter. Sementara itu, di Kecamatan Lumbis, air sungai justru mengalami penurunan, dari sebelumnya 8,2 meter menjadi 6,7 meter.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1095\" data-end=\"1270\">\u201cMusim hujan sedang intens, air sungai naik sejak Jumat (18\/04\/2025). Saat ini masih hujan ringan di lokasi,\u201d ujar Arief saat dikonfirmasi <em data-start=\"1233\" data-end=\"1250\">detikKalimantan<\/em>, Sabtu (19\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1272\" data-end=\"1544\">Meski aktivitas masyarakat masih berlangsung seperti biasa, beberapa rumah warga dan fasilitas umum sudah mulai terendam air. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun banjir mengganggu sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk agenda keagamaan yang tengah berlangsung.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1546\" data-end=\"1825\">Salah satu kegiatan yang terdampak adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan di Sembakung. Arief menjelaskan bahwa meskipun lapangan utama MTQ masih aman dari genangan, beberapa lokasi perlombaan lainnya mulai digenangi air, yang mengganggu kelancaran pelaksanaan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1827\" data-end=\"1908\">\u201cKami berharap air segera surut hari ini agar MTQ bisa berjalan lancar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1910\" data-end=\"2147\">BPBD Nunukan saat ini tetap siaga penuh mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terlebih setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan mengguyur wilayah Nunukan dalam beberapa hari ke depan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2149\" data-end=\"2234\">\u201cKami pantau terus kondisi sungai dan siap antisipasi banjir susulan,\u201d pungkas Arief.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2236\" data-end=\"2520\">Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan, khususnya mereka yang tinggal di bantaran sungai atau daerah rawan genangan. Sementara itu, BPBD terus melakukan pemantauan harian guna memastikan situasi terkendali dan bantuan bisa segera diberikan bila dibutuhkan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2236\" data-end=\"2520\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NUNUKAN \u2013 Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan pada Jumat (18\/04\/2025) malam hingga Sabtu pagi menyebabkan banjir di dua kecamatan, yakni Sembakung dan Lumbis. Tingginya curah hujan membuat sungai di wilayah tersebut meluap dan menggenangi permukiman serta sejumlah fasilitas umum. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Arief Budiman, mengonfirmasi bahwa kenaikan tinggi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95645,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[],"class_list":["post-95644","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95644","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95644"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95644\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95647,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95644\/revisions\/95647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95644"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95644"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95644"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}