{"id":95754,"date":"2025-04-21T12:02:33","date_gmt":"2025-04-21T04:02:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95754"},"modified":"2025-04-21T12:02:33","modified_gmt":"2025-04-21T04:02:33","slug":"cuaca-ekstrem-motor-air-dan-speedboat-tenggelam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cuaca-ekstrem-motor-air-dan-speedboat-tenggelam\/","title":{"rendered":"Cuaca Ekstrem, Motor Air dan Speedboat Tenggelam"},"content":{"rendered":"<h3 class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"262\" data-end=\"350\"><\/h3>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"352\" data-end=\"695\"><strong data-start=\"352\" data-end=\"365\">PONTIANAK<\/strong> \u2013 Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Kalimantan Barat mengakibatkan kecelakaan laut yang nyaris bersamaan di dua lokasi berbeda, Kamis (17\/04\/2025). Tiga unit kapal, terdiri dari dua motor air dan satu speedboat, dilaporkan tenggelam di Perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, serta Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"697\" data-end=\"937\">Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, kejadian tersebut menyebabkan 22 orang menjadi korban. Sebanyak 18 orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian hingga saat ini.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"939\" data-end=\"1120\">\u201cSaat kejadian, ombak besar disertai angin kencang melanda kedua lokasi. Cuaca benar-benar tidak bersahabat,\u201d ujar Junetra dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (18\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1122\" data-end=\"1345\">Speedboat yang mengalami kecelakaan di perairan Padang Tikar diketahui mengangkut 15 penumpang dari kapal menuju Pelabuhan Rasau Jaya. Musibah terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat gelombang besar menghantam kapal tersebut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1347\" data-end=\"1481\">\u201cSebanyak 12 penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke atas jermal, sedangkan tiga lainnya belum ditemukan,\u201d jelas Junetra.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1483\" data-end=\"1762\">Sementara itu, insiden di Muara Jungkat melibatkan dua motor air bermuatan oli yang tengah berlayar dari Muara Kakap menuju kapal tanker. Sekitar pukul 14.00 WIB, kedua kapal tersebut dihantam ombak tinggi dan angin kencang, menyebabkan satu dari tujuh orang penumpangnya hilang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1764\" data-end=\"1930\">\u201cSekitar pukul 14.00 WIB, kedua kapal yang mengangkut tujuh orang dan muatan oli itu dihantam angin kencang dan ombak tinggi hingga akhirnya tenggelam,\u201d kata Junetra.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1932\" data-end=\"2179\">Operasi pencarian gabungan dari Basarnas, TNI\/Polri, serta relawan masyarakat telah berlangsung sejak malam kejadian dan kini memasuki hari kedua. Fokus pencarian dilakukan di dua titik lokasi sesuai dengan posisi terakhir kapal sebelum tenggelam.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2181\" data-end=\"2344\">\u201cPencarian sudah dilakukan sejak semalam dan kini memasuki hari kedua. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh korban segera ditemukan,\u201d tutup Junetra. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2181\" data-end=\"2344\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Kalimantan Barat mengakibatkan kecelakaan laut yang nyaris bersamaan di dua lokasi berbeda, Kamis (17\/04\/2025). Tiga unit kapal, terdiri dari dua motor air dan satu speedboat, dilaporkan tenggelam di Perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, serta Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah. Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95758,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[],"class_list":["post-95754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95759,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95754\/revisions\/95759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}