{"id":95831,"date":"2025-04-21T16:22:21","date_gmt":"2025-04-21T08:22:21","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95831"},"modified":"2025-04-21T16:22:21","modified_gmt":"2025-04-21T08:22:21","slug":"krl-tabrak-mobil-sampai-anjlok-di-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/krl-tabrak-mobil-sampai-anjlok-di-bogor\/","title":{"rendered":"KRL Tabrak Mobil Sampai Anjlok di Bogor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> \u2013 Sebuah mobil tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) hingga menyebabkan anjloknya rangkaian kereta di perlintasan sebidang JPL 27 Kedung Badak, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (18\/04\/2025) sore. Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut mengganggu perjalanan KRL lintas Bogor\u2013Jakarta dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian bermula ketika Epi Apriansyah (40), pengemudi mobil, melintasi rel kereta sekitar pukul 17.30 WIB saat hujan turun. Menurut penuturannya, mobil yang dikemudikannya tiba-tiba mundur saat berada di atas rel dan akhirnya tersangkut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekitar jam 17.30, kondisi lagi hujan saya coba lewat rel, tapi pas sampai atas mobil malah mundur sendiri dan nyangkut,\u201d ujar Epi saat ditemui di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Epi menjelaskan bahwa ia datang dari arah Jalan Kebon Pedes menuju Kedung Badak. Saat melintasi perlintasan rel, mobilnya terpeleset akibat jalan licin dan akhirnya terjebak di tengah lintasan. Sejumlah warga sekitar yang melihat kejadian itu berusaha menolong dengan mendorong mobil dan mengganjal roda dengan balok kayu, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekitar 10 menitan warga bantu. Ada yang bawa balok kayu, tapi tetap nggak bisa. Saya coba gas lagi biar bisa mundur, tapi makin nyangkut,\u201d kata Epi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menduga kondisi cuaca yang buruk dan kontur medan turut memperparah keadaan. Hujan yang turun membuat batuan rel menjadi licin, sementara mobil miliknya yang memiliki ground clearance rendah (ceper), mudah tersangkut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBiasanya sih aman-aman aja, tapi karena hujan, batunya licin, mobil saya juga ceper, jadi gampang nyangkut,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Epi yang saat itu seorang diri di dalam mobil berhasil keluar sesaat sebelum kereta datang. Ia bahkan sempat memberikan sinyal kepada masinis KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Stasiun Bogor. Namun, jarak kereta yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya udah coba kasih tanda ke arah kereta, tapi mungkin udah terlalu dekat. Petugas baru keluar dari pos setelah kereta bunyi klakson,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mobil milik Epi mengalami kerusakan parah setelah tertabrak KRL. Sementara itu, sebagian rangkaian kereta dilaporkan anjlok dan menyebabkan evakuasi penumpang serta gangguan operasional di jalur Bogor\u2013Jakarta. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kereta masih berlangsung. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2013 Sebuah mobil tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) hingga menyebabkan anjloknya rangkaian kereta di perlintasan sebidang JPL 27 Kedung Badak, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (18\/04\/2025) sore. Meski tidak ada korban jiwa, insiden tersebut mengganggu perjalanan KRL lintas Bogor\u2013Jakarta dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Kejadian bermula ketika Epi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95836,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9359,35],"tags":[],"class_list":["post-95831","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-barat","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95831","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95831"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95831\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95838,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95831\/revisions\/95838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95831"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95831"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95831"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}