{"id":95844,"date":"2025-04-21T16:30:50","date_gmt":"2025-04-21T08:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95844"},"modified":"2025-04-21T16:31:14","modified_gmt":"2025-04-21T08:31:14","slug":"95844-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/95844-2\/","title":{"rendered":"Tim SAR Perluas Area Pencarian Speedboat Tenggelam, Korban Belum Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"349\" data-end=\"634\"><strong>KUBU RAYA<\/strong> \u2014 Memasuki hari keempat pascakejadian tenggelamnya sebuah speedboat di perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal dalam pencarian terhadap tiga orang korban yang hingga kini belum ditemukan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"636\" data-end=\"1016\">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa operasi pencarian pada Senin (21\/4\/2025) dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan hari-hari sebelumnya. \u201cHari keempat kami (tim SAR gabungan) memperluas wilayah pencarian, pencarian permukaan pada hari ini mencapai 70 nautical mile dibagi ke dalam empat sektor pencarian,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1018\" data-end=\"1284\">Menurutnya, pencarian tidak hanya dilakukan melalui laut, tetapi juga memanfaatkan teknologi udara. Tim turut mengoperasikan drone guna menambah jangkauan visual dalam proses pencarian. Namun, kendala cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan di lapangan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1286\" data-end=\"1465\">\u201cKami juga telah melakukan pencarian dengan menggunakan drone, hanya saja keadaan cuaca yang hujan disertai angin cukup kencang menyebabkan jarak pandang terbatas,\u201d tutur Junetra.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1467\" data-end=\"1768\">Hingga Senin petang, tim belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan para korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya speedboat tersebut. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif, mengingat semakin lamanya waktu berlalu dapat mengurangi kemungkinan korban ditemukan dalam kondisi selamat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1770\" data-end=\"1923\">\u201cHingga petang ini tiga korban hilang akibat tenggelamnya speedboat di Padang Tikar belum kami temukan, pencarian akan dilanjutkan esok hari,\u201d terangnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1925\" data-end=\"2108\">Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Mereka berkoordinasi secara terpadu guna mengoptimalkan hasil pencarian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2110\" data-end=\"2450\">Insiden ini menarik perhatian publik, khususnya masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Kubu Raya, yang berharap para korban dapat segera ditemukan. Pihak berwenang juga mengimbau kepada nelayan dan masyarakat sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2452\" data-end=\"2615\">Operasi pencarian dijadwalkan akan dilanjutkan pada hari kelima, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan arus perairan yang cukup dinamis di wilayah Padang Tikar.[]\n<p data-start=\"2452\" data-end=\"2615\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUBU RAYA \u2014 Memasuki hari keempat pascakejadian tenggelamnya sebuah speedboat di perairan Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tim SAR gabungan terus melakukan upaya maksimal dalam pencarian terhadap tiga orang korban yang hingga kini belum ditemukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa operasi pencarian pada Senin (21\/4\/2025) dilakukan dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":95853,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,32],"tags":[],"class_list":["post-95844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kubu-raya-sungai-raya-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95844"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95857,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95844\/revisions\/95857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}