{"id":95850,"date":"2025-04-21T16:31:28","date_gmt":"2025-04-21T08:31:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95850"},"modified":"2025-04-21T16:31:28","modified_gmt":"2025-04-21T08:31:28","slug":"naas-tewas-tertimpa-batu-saat-latihan-panjat-tebing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/naas-tewas-tertimpa-batu-saat-latihan-panjat-tebing\/","title":{"rendered":"Naas, Tewas Tertimpa Batu Saat Latihan Panjat Tebing"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT<\/strong> \u2013 Seorang mahasiswi berinisial AN (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa batu besar saat mengikuti latihan panjat tebing di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Insiden tragis tersebut terjadi pada Sabtu (19\/04\/2025), dan telah dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban bersama empat rekannya tengah melakukan pemanasan sebelum memulai kegiatan panjat tebing. Saat itu, salah satu saksi bernama Azis\u2014yang diduga merupakan pelatih atau senior dalam kegiatan tersebut\u2014baru saja selesai memasang tali panjat pada tebing dan bergabung dalam sesi peregangan otot bersama peserta lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMereka berlima melakukan kegiatan peregangan dan pemanasan, sebelum menaiki tebing tersebut. Pada saat melakukan peregangan dan pemanasan, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas tebing, lalu Azis berteriak \u2018awas ada batu\u2019,\u201d ujar AKP Robby kepada wartawan, Minggu (20\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teriakan peringatan tersebut membuat para peserta panik dan berupaya menyelamatkan diri dengan berlari ke berbagai arah. Namun nahas, AN tidak berhasil menghindar dari batu yang jatuh. Setelah situasi tenang, rekan-rekan korban menyadari bahwa AN tidak terlihat dan segera melakukan pencarian di sekitar lokasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah dicari sekitar lokasi jatuhnya bebatuan, ternyata korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan posisi telentang, mengambang di dalam genangan air dekat tebing. Mereka berempat mengecek aliran napas korban dan setelah dicek ternyata korban sudah tidak bernapas (meninggal dunia),\u201d kata Robby.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil penyelidikan awal, kejadian ini diduga murni sebagai kecelakaan akibat batu alam yang terlepas dari tebing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Robby mengungkapkan bahwa keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. \u201cPihak keluarga menyatakan bahwa jenazah tidak bersedia untuk dilakukan proses autopsi dan dituangkan dalam surat pernyataan. Kemudian jenazah langsung dibawa ke rumah duka di wilayah Jonggol,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepolisian mengimbau masyarakat yang ingin melakukan kegiatan alam terbuka, khususnya panjat tebing, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar guna menghindari risiko yang tidak diinginkan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT \u2013 Seorang mahasiswi berinisial AN (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa batu besar saat mengikuti latihan panjat tebing di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Insiden tragis tersebut terjadi pada Sabtu (19\/04\/2025), dan telah dikonfirmasi oleh aparat kepolisian setempat. Kapolsek Gunung Putri, AKP Aulia Robby Kartika Putra, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95856,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,9359,35],"tags":[],"class_list":["post-95850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-jawa-barat","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95858,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95850\/revisions\/95858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}