{"id":95855,"date":"2025-04-21T16:38:06","date_gmt":"2025-04-21T08:38:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95855"},"modified":"2025-04-21T16:38:06","modified_gmt":"2025-04-21T08:38:06","slug":"italia-buka-fasilitas-seks-di-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/italia-buka-fasilitas-seks-di-penjara\/","title":{"rendered":"Italia Buka Fasilitas Seks di Penjara"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ROMA<\/strong> \u2013 Pemerintah Italia resmi mengoperasikan ruang khusus bagi narapidana untuk melakukan pertemuan intim dengan pasangan mereka di dalam penjara. Fasilitas ini pertama kali diuji coba di Lembaga Pemasyarakatan Terni, wilayah Umbria, sejak Jumat (18\/04\/2025) lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Italia yang dikeluarkan pada Januari 2024. Dalam putusan tersebut, pengadilan menyatakan bahwa narapidana memiliki hak untuk melakukan \u201cpertemuan pribadi\u201d dengan pasangan mereka tanpa pengawasan dari petugas penjara. Putusan ini juga menyebutkan bahwa kunjungan suami istri semacam ini sudah menjadi praktik umum di berbagai negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, hingga Swedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kehakiman Italia pun segera merespons putusan tersebut dengan menerbitkan pedoman baru pada pekan lalu. Pedoman itu menyebutkan bahwa narapidana yang mendapatkan izin untuk pertemuan intim akan difasilitasi dengan kamar khusus yang dilengkapi tempat tidur dan toilet, dengan durasi maksimal dua jam. Meski demikian, pintu kamar harus tetap tidak dikunci agar sipir penjara dapat melakukan intervensi apabila terjadi situasi darurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Kami senang karena semuanya berjalan lancar, tetapi privasi harus dijaga maksimal untuk melindungi orang-orang yang terlibat,\u201d kata Ombudsman Umbria untuk hak-hak narapidana, Giuseppe Caforio, seperti dilansri dari ANSA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, pertemuan intim pertama di penjara Terni berjalan tanpa kendala. \u201cKami dapat mengatakan bahwa semacam eksperimen berjalan dengan baik dan dalam beberapa hari ke depan akan ada pertemuan-pertemuan lain,\u201d ucapnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (20\/04\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerapan kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif di tengah tantangan serius yang dihadapi sistem pemasyarakatan Italia. Negara tersebut mencatat tingkat kepadatan penjara tertinggi di Eropa. Menurut data resmi, Italia menampung lebih dari 62.000 narapidana\u2014angka ini sekitar 21% melebihi kapasitas maksimum resmi lembaga pemasyarakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kelebihan kapasitas, penjara-penjara di Italia juga menghadapi lonjakan kasus bunuh diri di kalangan narapidana. Pemerintah berharap, dengan adanya kebijakan baru ini, kondisi mental para tahanan dapat lebih diperhatikan dan dijaga. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ROMA \u2013 Pemerintah Italia resmi mengoperasikan ruang khusus bagi narapidana untuk melakukan pertemuan intim dengan pasangan mereka di dalam penjara. Fasilitas ini pertama kali diuji coba di Lembaga Pemasyarakatan Terni, wilayah Umbria, sejak Jumat (18\/04\/2025) lalu. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Italia yang dikeluarkan pada Januari 2024. Dalam putusan tersebut, pengadilan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95863,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[],"class_list":["post-95855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95855"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95867,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95855\/revisions\/95867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}