{"id":95864,"date":"2025-04-20T09:34:47","date_gmt":"2025-04-20T01:34:47","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=95864"},"modified":"2025-04-21T16:37:56","modified_gmt":"2025-04-21T08:37:56","slug":"menteri-malaysia-diejek-karena-beri-hadiah-di-parkiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menteri-malaysia-diejek-karena-beri-hadiah-di-parkiran\/","title":{"rendered":"Menteri Malaysia Diejek karena Beri Hadiah di Parkiran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUALA LUMPUR<\/strong> \u2013 Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menjadi sorotan publik setelah menyerahkan suvenir kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di lokasi yang tidak lazim, yakni di area pintu belakang parkir bawah tanah sebuah hotel di Kuala Lumpur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Momen penyerahan tersebut terjadi pada Kamis (17\/04\/2025), menjelang keberangkatan Presiden Xi ke Kamboja setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Malaysia. Dalam sebuah rekaman video singkat yang diunggah oleh Wakil Menteri Perhubungan, Teo Nie Ching, tampak Anthony Loke menyerahkan sebuah plakat timah bergambar naga\u2014suvenir dari Royal Selangor\u2014kepada Presiden Xi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendati niat pemberian suvenir tersebut merupakan bentuk penghormatan diplomatik, reaksi warganet Malaysia justru berbanding terbalik. Banyak pengguna media sosial mengejek Anthony karena menyerahkan hadiah tersebut di tempat yang dianggap kurang pantas dan tidak mencerminkan standar diplomasi tinggi. Bahkan, sejumlah komentar menyamakan suasana penyerahan itu dengan adegan kurir makanan yang mengantarkan pesanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, beberapa warganet juga mempertanyakan keaslian suvenir tersebut, dengan menuduh bahwa plakat tersebut buatan Tiongkok dan dijual dengan harga murah, sekitar RM1.500. Namun, dalam sebuah acara makan malam penggalangan dana Partai Aksi Demokratik (DAP) di Kedah pada Sabtu malam (19\/04\/2025), Anthony memberikan klarifikasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPikirkanlah. Apakah Xi Jinping, pemimpin negara besar, perlu melewati pintu belakang?\u201d ujar Anthony dalam sambutannya. Ia menjelaskan bahwa lokasi penyerahan dipilih semata-mata karena alasan keamanan, bukan karena mengabaikan etika diplomatik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni demi keselamatan Presiden Xi. Ia harus segera masuk ke mobil setelah meninggalkan hotel, jadi kami diizinkan memberikan suvenir di tempat parkir bawah tanah,\u201d tegasnya, seperti dikutip oleh WorldofBuzz.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi tuduhan bahwa suvenir tersebut berasal dari Tiongkok, Anthony memastikan bahwa hadiah itu merupakan produk asli Malaysia. \u201cItu adalah timah 100% buatan Malaysia oleh Royal Selangor,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menambahkan bahwa Presiden Xi sangat mengapresiasi hadiah tersebut dan merasa senang dengan sambutan hangat para pemimpin Malaysia. Kunjungan kenegaraan tersebut menghasilkan 31 nota kesepahaman (MoU), termasuk kebijakan bebas visa jangka panjang antara Malaysia dan Tiongkok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diharapkan, kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Malaysia dalam waktu mendatang []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUALA LUMPUR \u2013 Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menjadi sorotan publik setelah menyerahkan suvenir kepada Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di lokasi yang tidak lazim, yakni di area pintu belakang parkir bawah tanah sebuah hotel di Kuala Lumpur. Momen penyerahan tersebut terjadi pada Kamis (17\/04\/2025), menjelang keberangkatan Presiden Xi ke Kamboja setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan selama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":95865,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2254],"tags":[],"class_list":["post-95864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-internasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":95866,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95864\/revisions\/95866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/95865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}