{"id":96061,"date":"2025-04-22T11:51:01","date_gmt":"2025-04-22T03:51:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=96061"},"modified":"2025-04-22T11:51:01","modified_gmt":"2025-04-22T03:51:01","slug":"pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"230\" data-end=\"311\">\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"313\" data-end=\"671\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"673\" data-end=\"963\">Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menyebutkan bahwa penyusutan lahan pertanian terjadi secara bertahap. \u201cSementara ini penyusutan lahan pertanian di Banjarmasin kurang dari 100 hektare,\u201d ungkap Yuliansyah, Senin (21\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"965\" data-end=\"1420\">Fenomena penyusutan lahan pertanian ini terjadi seiring pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan di kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Selatan tersebut. Mengingat luas wilayah Banjarmasin relatif terbatas, peningkatan permintaan perumahan menyebabkan banyak lahan pertanian beralih fungsi. Selain itu, pertumbuhan bangunan di sekitar lahan pertanian juga berdampak negatif pada kesuburan tanah akibat pengaruh limbah rumah tangga.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1422\" data-end=\"1810\">Meski menghadapi tantangan tersebut, DKP3 Banjarmasin terus berupaya mempertahankan lahan pertanian yang tersisa. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah pengadaan lahan baru. \u201cKami sudah membeli tanah seluas 7,5 hektare pada tahun 2023. Tahun 2024 dianggarkan tetapi karena refocusing tidak bisa, tahun ini sudah dianggarkan lagi, semoga bisa terealisasi,\u201d tutur Yuliansyah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1812\" data-end=\"2209\">Di sisi lain, kondisi cuaca ekstrem juga turut memengaruhi aktivitas pertanian. Musim hujan dan banjir rob yang terjadi sejak akhir tahun lalu menyebabkan penundaan masa tanam. \u201cSeharusnya November 2024 lalu sudah mulai tanam, namun karena cuaca hujan dan banjir rob lahan menjadi terendam. Kondisi ini berlanjut hingga Maret. Diprediksi petani sudah bisa tanam bulan ini, (April, red),\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2211\" data-end=\"2400\">Walau masa tanam tertunda, Yuliansyah menegaskan bahwa hasil pertanian tidak terlalu terdampak. Dari total 2.500 hektare lahan pertanian yang ada, sekitar 1.900 hektare masih dapat dipanen.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2402\" data-end=\"2638\">Pemerintah daerah berharap, dengan dukungan anggaran dan penguatan kolaborasi bersama petani, program peningkatan produktivitas dan pelestarian lahan pertanian di Kota Banjarmasin dapat terus berjalan meski di tengah keterbatasan lahan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2402\" data-end=\"2638\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":96062,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[],"class_list":["post-96061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Nistia Endah Juniar Prawita\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-22T03:51:01+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-22T03:51:01+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo\",\"headline\":\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/iwjasj.jpeg\",\"width\":750,\"height\":500},\"datePublished\":\"2025-04-22T11:51:01+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T11:51:01+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Banjarmasin, Kalimantan Selatan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Selatan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Banjarmasin\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#listItem\",\"name\":\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Banjarmasin\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/\",\"name\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/\",\"name\":\"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo\",\"description\":\"BANJARMASIN \\u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/iwjasj.jpeg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#mainImage\",\"width\":750,\"height\":500},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-04-22T11:51:01+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-22T11:51:01+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#blogposting","name":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo","headline":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/iwjasj.jpeg","width":750,"height":500},"datePublished":"2025-04-22T11:51:01+08:00","dateModified":"2025-04-22T11:51:01+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#webpage"},"articleSection":"Banjarmasin, Kalimantan Selatan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Selatan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","position":3,"name":"Banjarmasin","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#listItem","name":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#listItem","position":4,"name":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Banjarmasin"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/","name":"Nistia Endah Juniar Prawita","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Nistia Endah Juniar Prawita"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/","name":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo","description":"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/iwjasj.jpeg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#mainImage","width":750,"height":500},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/#mainImage"},"datePublished":"2025-04-22T11:51:01+08:00","dateModified":"2025-04-22T11:51:01+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo","og:description":"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-04-22T03:51:01+00:00","article:modified_time":"2025-04-22T03:51:01+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin - Berita Borneo","twitter:description":"BANJARMASIN \u2013 Lahan pertanian di Kota Banjarmasin mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Dari total sebelumnya sekitar 2.600 hektare, kini hanya tersisa 2.500 hektare lahan pertanian yang aktif. Penyusutan ini disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman yang kian meluas seiring meningkatnya kebutuhan tempat tinggal masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"96061","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"banjarmasin","score":80,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-04-22 03:51:06","updated":"2025-06-06 23:57:36","focus_keyword":"banjarmasin","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/\" title=\"Banjarmasin\">Banjarmasin<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Selatan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/"},{"label":"Banjarmasin","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan\/"},{"label":"Pertanian Dihajar Alih Fungsi Lahan Permukiman di Banjarmasin","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pertanian-dihajar-alih-fungsi-lahan-permukiman-di-banjarmasin\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96061"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96063,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96061\/revisions\/96063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}