{"id":96392,"date":"2025-04-23T17:18:52","date_gmt":"2025-04-23T09:18:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=96392"},"modified":"2025-04-23T17:18:52","modified_gmt":"2025-04-23T09:18:52","slug":"pontianak-rawan-kasus-asusila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/","title":{"rendered":"Pontianak Rawan Kasus Asusila"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Yandi, menyuarakan keprihatinan mendalam dan menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi pergaulan serta kegiatan anak-anak di luar jam sekolah. Ia meminta agar pengawasan dari keluarga tidak lagi dipandang sebelah mata dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka,\u201d kata Yandi dalam pernyataannya kepada Suara Kalbar pada Selasa (22\/04\/2025). Imbauan ini ia sampaikan menyusul kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pengajar kegiatan ekstrakurikuler.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yandi, penanganan hukum atas kasus semacam ini harus dilakukan secara profesional dan transparan demi memberikan rasa keadilan bagi para korban. Ia menekankan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan penegakan hukum harus tetap dijaga agar tidak tergerus oleh peristiwa-peristiwa menyakitkan seperti ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPenting adanya penanganan hukum yang profesional dan transparan terhadap kasus tersebut, demi keadilan bagi korban dan masa depan anak-anak yang terdampak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Yandi juga mendorong agar lembaga pendidikan lebih selektif dalam merekrut tenaga pengajar, termasuk pembina kegiatan luar kelas. Menurutnya, latar belakang dan integritas setiap tenaga pengajar perlu ditelusuri dengan saksama agar tidak membahayakan perkembangan psikologis anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga meminta agar dinas terkait dan sekolah-sekolah lebih terbuka dalam menerima laporan dari orang tua maupun siswa terkait tindakan yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan. \u201cKolaborasi antara sekolah, orang tua, dan aparat hukum mutlak diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan munculnya kembali kasus kekerasan seksual terhadap anak, Yandi berharap semua pihak dapat bersikap lebih waspada dan tanggap terhadap segala bentuk penyimpangan, khususnya yang melibatkan anak-anak sebagai korban. Baginya, upaya melindungi generasi muda adalah tanggung jawab bersama yang tak bisa ditunda. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":96395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2273,36],"tags":[],"class_list":["post-96392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Nistia Endah Juniar Prawita\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-23T09:18:52+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-23T09:18:52+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#blogposting\",\"name\":\"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo\",\"headline\":\"Pontianak Rawan Kasus Asusila\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/iuojds.jpeg\",\"width\":800,\"height\":563},\"datePublished\":\"2025-04-23T17:18:52+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-23T17:18:52+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Headlines, Kalimantan Barat, Pontianak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Pontianak\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pontianak\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#listItem\",\"name\":\"Pontianak Rawan Kasus Asusila\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Pontianak Rawan Kasus Asusila\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Pontianak\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/\",\"name\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/\",\"name\":\"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo\",\"description\":\"PONTIANAK \\u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/iuojds.jpeg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#mainImage\",\"width\":800,\"height\":563},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/pontianak-rawan-kasus-asusila\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-04-23T17:18:52+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-23T17:18:52+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo","description":"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#blogposting","name":"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo","headline":"Pontianak Rawan Kasus Asusila","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/iuojds.jpeg","width":800,"height":563},"datePublished":"2025-04-23T17:18:52+08:00","dateModified":"2025-04-23T17:18:52+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#webpage"},"articleSection":"Headlines, Kalimantan Barat, Pontianak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Pontianak"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Pontianak","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#listItem","name":"Pontianak Rawan Kasus Asusila"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#listItem","position":4,"name":"Pontianak Rawan Kasus Asusila","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Pontianak"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/","name":"Nistia Endah Juniar Prawita","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Nistia Endah Juniar Prawita"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/","name":"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo","description":"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/iuojds.jpeg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#mainImage","width":800,"height":563},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/#mainImage"},"datePublished":"2025-04-23T17:18:52+08:00","dateModified":"2025-04-23T17:18:52+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo","og:description":"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-04-23T09:18:52+00:00","article:modified_time":"2025-04-23T09:18:52+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Pontianak Rawan Kasus Asusila - Berita Borneo","twitter:description":"PONTIANAK \u2013 Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Pontianak. Seorang oknum guru ekstrakurikuler bela diri diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah siswa yang menjadi muridnya. Perkara ini kini tengah dalam proses penanganan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar). Menanggapi kejadian tersebut, anggota Dewan Perwakilan","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"96392","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"pontianak","score":80,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-04-23 09:18:56","updated":"2025-06-07 00:19:36","focus_keyword":"pontianak","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Pontianak\">Pontianak<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPontianak Rawan Kasus Asusila\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Pontianak","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Pontianak Rawan Kasus Asusila","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-rawan-kasus-asusila\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96392"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96397,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96392\/revisions\/96397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}