{"id":96500,"date":"2025-04-24T08:55:59","date_gmt":"2025-04-24T00:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=96500"},"modified":"2025-08-17T14:00:26","modified_gmt":"2025-08-17T06:00:26","slug":"hadapi-kelangkaan-pupuk-pemkab-kukar-alokasikan-apbd-untuk-pengadaan-tambahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hadapi-kelangkaan-pupuk-pemkab-kukar-alokasikan-apbd-untuk-pengadaan-tambahan\/","title":{"rendered":"Kukar Kucurkan APBD untuk Tambahan Pupuk"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA \u2013<\/strong> Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti kelangkaan pupuk subsidi yang ketidaksesuaian antara kuota pupuk dan kebutuhan petani yang harus segera diatasi secara konkret.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pupuk ini masalah klasik. Kuotanya tidak cukup, sementara kebutuhan petani terus meningkat. Makanya kami dari pemerintah daerah terus berupaya memberikan penguatan,&#8221; ucap Edi, Rabu (23\/04\/2025).<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut, salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah pengalokasian anggaran melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kukar untuk pengadaan pupuk tambahan di luar skema subsidi nasional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, ia mengakui bahwa jumlahnya masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan di lapangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Di APBD kami sudah siapkan anggaran untuk pengadaan pupuk. Tapi itu pun belum cukup. Maka kami juga dorong solusi permodalan lain yang bisa diakses oleh petani,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Edi mengajak para petani di Kukar, khususnya di Kelurahan Maluhu, untuk memanfaatkan program Kredit Kukar Idaman (KKI) sebagai alternatif pembiayaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Program ini merupakan kredit tanpa bunga yang ditujukan khusus untuk petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di sektor pangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Program ini harus dimanfaatkan. Tidak ada bunganya, dan ini murni untuk mendukung produktivitas petani. Silakan diakses, karena ini disiapkan untuk sahabat-sahabat petani semua,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan bahwa bantuan pupuk, bibit, hingga peralatan tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pusat. Pemerintah daerah harus aktif hadir menjembatani kebutuhan petani melalui kebijakan lokal yang solutif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Edi berharap produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan pupuk.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Ia optimistis jika seluruh elemen masyarakat tani kompak dan aktif memanfaatkan fasilitas yang ada, maka sektor pertanian Kukar akan semakin tangguh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau kita semua kompak, saling dukung, dan berani berinovasi, saya yakin pertanian kita bisa terus berkembang meski banyak tantangan,&#8221; tutupnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Penulis : Jemi Irlanda Haikal | Penyunting : M. Reza Danuarta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) menyoroti kelangkaan pupuk subsidi yang ketidaksesuaian antara kuota pupuk dan kebutuhan petani yang harus segera diatasi secara konkret. &#8220;Pupuk ini masalah klasik. Kuotanya tidak cukup, sementara kebutuhan petani terus meningkat. Makanya kami dari pemerintah daerah terus berupaya memberikan penguatan,&#8221; ucap Edi, Rabu (23\/04\/2025). Ia menyebut, salah satu langkah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":96501,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6868],"tags":[560,561,1677],"class_list":["post-96500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-diskominfo-kukar","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-pemkab-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96500"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96500\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":129521,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96500\/revisions\/129521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}