{"id":96633,"date":"2025-04-24T14:51:43","date_gmt":"2025-04-24T06:51:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=96633"},"modified":"2025-04-24T15:44:38","modified_gmt":"2025-04-24T07:44:38","slug":"naas-pohon-jengkol-renggut-nyawa-anak-di-sekadau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/naas-pohon-jengkol-renggut-nyawa-anak-di-sekadau\/","title":{"rendered":"Naas! Pohon Jengkol Renggut Nyawa Anak di Sekadau"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"300\" data-end=\"542\"><strong>SEKADAU<\/strong> \u2013 Sebuah musibah memilukan terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seorang anak bernama Okdi meninggal dunia setelah tertimpa pohon jengkol yang tumbang, sementara sang ibu, Coleta, mengalami luka berat dalam insiden tersebut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"544\" data-end=\"768\">Peristiwa itu terjadi pada Selasa (22\/04\/2025) sore sekitar pukul 15.15 WIB di Jalan Poros Bukit Sion, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, saat keduanya tengah menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Sekadau.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"770\" data-end=\"1022\">\u201cSekitar pukul 15.15 WIB, saat melintasi Jalan Poros Bukit Sion, sebuah pohon jengkol tiba-tiba tumbang akibat angin kencang dan menimpa korban,\u201d ungkap Kapolres Sekadau, AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasi Humas AKP Agus Junaidi, Rabu (23\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1024\" data-end=\"1363\">AKP Agus menjelaskan, Okdi dan ibunya diketahui berangkat dari rumah mereka di Lembah Beringin sekitar pukul 13.40 WIB dengan tujuan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekadau. Namun, takdir berkata lain. Saat melintasi jalan tersebut, pohon tumbang tepat mengenai mereka yang berboncengan sepeda motor.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1365\" data-end=\"1550\">\u201cOkdi meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan ibunya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Nanga Mahap oleh warga yang kebetulan melintas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1552\" data-end=\"1674\">Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum terhadap jenazah Okdi.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1676\" data-end=\"1849\">\u201cKami dari Polres Sekadau menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga korban yang mengalami luka segera diberikan kesembuhan,\u201d tutur Agus.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1851\" data-end=\"2021\">Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem yang rawan menimbulkan bahaya seperti pohon tumbang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2023\" data-end=\"2160\">\u201cCuaca yang tidak menentu belakangan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2023\" data-end=\"2160\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKADAU \u2013 Sebuah musibah memilukan terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Seorang anak bernama Okdi meninggal dunia setelah tertimpa pohon jengkol yang tumbang, sementara sang ibu, Coleta, mengalami luka berat dalam insiden tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (22\/04\/2025) sore sekitar pukul 15.15 WIB di Jalan Poros Bukit Sion, Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":96661,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,2380],"tags":[],"class_list":["post-96633","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sekadau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96633"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96662,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96633\/revisions\/96662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}