{"id":96902,"date":"2025-04-25T17:04:13","date_gmt":"2025-04-25T09:04:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=96902"},"modified":"2025-04-25T17:04:13","modified_gmt":"2025-04-25T09:04:13","slug":"awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/","title":{"rendered":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"173\" data-end=\"236\">\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"238\" data-end=\"618\"><strong>KETAPANG<\/strong> \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"620\" data-end=\"983\">Ajaran tersebut diduga dipimpin oleh seorang pria berinisial AK yang berasal dari Desa Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur. MUI Ketapang bersama MUI Kecamatan Sandai saat ini menunggu hasil resmi dari Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), yang berada di bawah koordinasi Kejaksaan, untuk memastikan status ajaran tersebut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"985\" data-end=\"1142\">&#8220;Saat ini masih diduga. Untuk memutuskan sesat atau tidak, itu kewenangan Tim PAKEM,&#8221; ujar Ketua MUI Kabupaten Ketapang, M. Faisol Maksum, Kamis (24\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1144\" data-end=\"1420\">Menurut Faisol, dugaan aliran menyimpang ini muncul setelah masyarakat mengirimkan rekaman video yang menunjukkan aktivitas kelompok tersebut. Rekaman tersebut diperkuat dengan informasi dari sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, serta hasil pengamatan langsung di lapangan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1422\" data-end=\"1569\">&#8220;Ada rekaman saat mereka berdialog. Kami sudah rapat kemarin. Dari hasil rekaman itu ada beberapa hal yang masuk atau terindikasi sesat,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1571\" data-end=\"1952\">Faisol menambahkan bahwa ajaran kelompok ini juga menyimpang dari prinsip dasar akidah dan syariat Islam. Di antaranya adalah keyakinan bahwa salat fardu tidak wajib, serta anggapan bahwa salat lahiriah dilakukan hanya untuk dipandang orang lain atau riya. Kelompok ini mengklaim bahwa salat yang sebenarnya adalah salat batiniah yang bertujuan menghilangkan kewajiban salat fardu.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1954\" data-end=\"2082\">&#8220;Sanad keilmuannya tidak jelas, bahkan mereka mengatakan mendapatkan ilmu dari mimpi yang bertemu dengan Rasulullah,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2084\" data-end=\"2410\">Berdasarkan temuan lapangan dan hasil evaluasi internal, MUI Kecamatan Sandai telah mengeluarkan surat pernyataan resmi yang menegaskan bahwa ajaran tersebut terindikasi bertentangan dengan ajaran Islam dan berpotensi menyesatkan umat. Pernyataan itu juga tertuang dalam Surat Instruksi MUI Ketapang Nomor 015\/MUI-KTG\/IV\/2025.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2412\" data-end=\"2674\">MUI Ketapang mengimbau masyarakat agar tidak mengikuti atau mendekati ajaran tersebut. Lembaga ini juga telah meminta kepada Camat Sandai, Kapolsek Sandai, serta Kepala Desa Sandai Kiri untuk menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2412\" data-end=\"2674\">Redaksi03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":96907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,19,2273,30],"tags":[],"class_list":["post-96902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-hotnews","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Nistia Endah Juniar Prawita\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-25T09:04:13+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-25T09:04:13+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#blogposting\",\"name\":\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo\",\"headline\":\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/ojo.jpg\",\"width\":720,\"height\":405},\"datePublished\":\"2025-04-25T17:04:13+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-25T17:04:13+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Headlines, Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Barat\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Ketapang\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#listItem\",\"name\":\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Barat\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-barat-kalbar\\\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\\\/#listItem\",\"name\":\"Ketapang\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/\",\"name\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Nistia Endah Juniar Prawita\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/\",\"name\":\"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo\",\"description\":\"KETAPANG \\u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/editor-tia\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/04\\\/ojo.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#mainImage\",\"width\":720,\"height\":405},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-04-25T17:04:13+08:00\",\"dateModified\":\"2025-04-25T17:04:13+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#blogposting","name":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo","headline":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ojo.jpg","width":720,"height":405},"datePublished":"2025-04-25T17:04:13+08:00","dateModified":"2025-04-25T17:04:13+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#webpage"},"articleSection":"Headlines, Hotnews, Kalimantan Barat, Ketapang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Barat","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","position":3,"name":"Ketapang","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#listItem","name":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Kalimantan Barat"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#listItem","position":4,"name":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/#listItem","name":"Ketapang"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/","name":"Nistia Endah Juniar Prawita","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a61712e82752543ad9689a97068b4f03cefb35f413728ac78595355431e69c21?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Nistia Endah Juniar Prawita"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/","name":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo","description":"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/editor-tia\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ojo.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#mainImage","width":720,"height":405},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/#mainImage"},"datePublished":"2025-04-25T17:04:13+08:00","dateModified":"2025-04-25T17:04:13+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo","og:description":"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-04-25T09:04:13+00:00","article:modified_time":"2025-04-25T09:04:13+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang - Berita Borneo","twitter:description":"KETAPANG \u2013 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tengah mendalami dugaan penyimpangan ajaran keagamaan yang berkembang di Kecamatan Sandai. Salah satu ajaran yang menjadi sorotan adalah keyakinan bahwa ibadah haji dan badal haji tidak perlu dilaksanakan di Tanah Suci Makkah, melainkan cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan. Ajaran tersebut diduga","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"96902","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"ketapang","score":80,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-04-25 09:04:18","updated":"2025-06-07 00:46:26","focus_keyword":"ketapang","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Kalimantan Barat\">Kalimantan Barat<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/\" title=\"Ketapang\">Ketapang<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tAwas, Ada Aliran Sesat di Ketapang\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Barat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Ketapang","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-barat-kalbar\/kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar\/"},{"label":"Awas, Ada Aliran Sesat di Ketapang","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/awas-ada-aliran-sesat-di-ketapang\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96902"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96902\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96908,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96902\/revisions\/96908"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}