{"id":97224,"date":"2025-04-28T15:15:55","date_gmt":"2025-04-28T07:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=97224"},"modified":"2025-04-28T15:15:55","modified_gmt":"2025-04-28T07:15:55","slug":"ketua-dprd-berau-dukung-pembangunan-rumah-sakit-swasta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ketua-dprd-berau-dukung-pembangunan-rumah-sakit-swasta\/","title":{"rendered":"Ketua DPRD Berau Dukung Pembangunan Rumah Sakit Swasta"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"273\" data-end=\"557\"><strong data-start=\"273\" data-end=\"282\">BERAU<\/strong> \u2013 Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit swasta di Kabupaten Berau. Ia menilai kehadiran rumah sakit swasta akan membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"559\" data-end=\"739\">Menurut Dedy, persaingan antara rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah sangat diperlukan agar masing-masing pihak berlomba-lomba memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"741\" data-end=\"844\">\u201cBagus dong, saya setuju. Agar ada saingan pemerintah daerah untuk mengontrol rumah sakitnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"846\" data-end=\"1098\">Ia menambahkan, rumah sakit swasta umumnya lebih mengutamakan aspek pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit swasta di Berau dinilai penting untuk memacu rumah sakit daerah agar terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1100\" data-end=\"1297\">\u201cJangan sampai masyarakat banyak mengeluh karena pelayanan yang kurang bagus, baik itu dari sisi ruangan, dokter, maupun perawat. Kalau bisa, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1299\" data-end=\"1676\">Dedet, sapaan akrabnya, juga menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit swasta tidak akan menimbulkan ketimpangan pelayanan dengan rumah sakit daerah. Menurutnya, kedua jenis rumah sakit ini memiliki segmen pasar masing-masing, di mana rumah sakit swasta biasanya melayani kalangan menengah ke atas, sementara rumah sakit daerah tetap menjadi andalan masyarakat menengah ke bawah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1678\" data-end=\"1802\">\u201cApalagi jika rumah sakit swasta tidak menerima BPJS, otomatis masyarakat tetap akan memilih rumah sakit daerah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1804\" data-end=\"2070\">Lebih lanjut, Dedet menyatakan bahwa persaingan sehat ini akan menjadi peluang bagi rumah sakit daerah untuk mengevaluasi berbagai kekurangan yang ada. Evaluasi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Bumi Batiwakkal.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2072\" data-end=\"2183\">\u201cJadi dengan adanya pesaing, rumah sakit daerah dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2185\" data-end=\"2367\">Dukungan dari Ketua DPRD Berau ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap peran sektor swasta dalam memperkuat layanan publik, khususnya di bidang kesehatan.[]\n<p data-start=\"2185\" data-end=\"2367\">Redaksi10<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit swasta di Kabupaten Berau. Ia menilai kehadiran rumah sakit swasta akan membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat. Menurut Dedy, persaingan antara rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah sangat diperlukan agar masing-masing pihak berlomba-lomba memperbaiki &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":48,"featured_media":97226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-97224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/48"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97227,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97224\/revisions\/97227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}