{"id":97797,"date":"2025-04-30T15:28:25","date_gmt":"2025-04-30T07:28:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=97797"},"modified":"2025-04-30T15:28:25","modified_gmt":"2025-04-30T07:28:25","slug":"ole-romeny-bermain-untuk-indonesia-adalah-kehormatan-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ole-romeny-bermain-untuk-indonesia-adalah-kehormatan-besar\/","title":{"rendered":"Ole Romeny: Bermain untuk Indonesia adalah Kehormatan Besar"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"226\" data-end=\"513\"><strong>JAKARTA<\/strong><strong>\u00a0<\/strong>\u2013 Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia, Ole Romeny, menyebut bermain untuk Merah Putih merupakan suatu kehormatan besar. Romeny, yang memiliki darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, kini resmi menjadi bagian skuad Garuda dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"515\" data-end=\"749\">Sejak menjalani debut bersama Timnas pada Maret lalu, pemain berusia 24 tahun itu langsung tampil mengesankan. Dalam dua pertandingan melawan Australia dan Bahrain di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Romeny mencetak dua gol.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"751\" data-end=\"997\">\u201cMerupakan kehormatan sangat besar bisa bermain untuk negara besar seperti Indonesia. Sepak bola hidup di negara ini, dan saya merasakan antusiasme itu baik di stadion maupun di jalanan,\u201d kata Romeny, dikutip dari laman resmi PSSI, <em data-start=\"983\" data-end=\"996\">Kita Garuda<\/em>.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"999\" data-end=\"1250\">Romeny juga mengaku merasa terhubung dengan masyarakat Indonesia saat datang langsung dan bermain bola dengan anak-anak di pemukiman Jakarta. \u201cItu pengalaman yang menyentuh dan membuat saya semakin tertarik. Jadi, keputusan ini terasa alami,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1252\" data-end=\"1526\">Perjalanan Romeny menjadi bagian dari Timnas Indonesia dimulai dari atensi warganet. Sejak bermain di FC Utrecht, ia kerap menerima pesan dukungan dari penggemar Indonesia melalui media sosial. \u201cSemuanya penuh cinta. Saya berusaha membalas sebanyak yang saya bisa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1528\" data-end=\"1778\">Kini, Romeny diandalkan di lini depan Indonesia dalam sisa laga kualifikasi. Laga terdekat, Indonesia akan menghadapi China pada 5 Juni 2025. Dukungan publik dan ketajaman Romeny menjadi harapan besar agar Garuda terus terbang tinggi di pentas dunia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1528\" data-end=\"1778\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA\u00a0\u2013 Penyerang naturalisasi Timnas Indonesia, Ole Romeny, menyebut bermain untuk Merah Putih merupakan suatu kehormatan besar. Romeny, yang memiliki darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan, kini resmi menjadi bagian skuad Garuda dalam perjuangan menuju Piala Dunia 2026. Sejak menjalani debut bersama Timnas pada Maret lalu, pemain berusia 24 tahun itu langsung tampil mengesankan. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":97798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9295,35],"tags":[],"class_list":["post-97797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jakarta","category-berita-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97797"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97799,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97797\/revisions\/97799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/97798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}