{"id":97936,"date":"2025-05-01T10:31:13","date_gmt":"2025-05-01T02:31:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=97936"},"modified":"2025-09-07T08:51:51","modified_gmt":"2025-09-07T00:51:51","slug":"loa-raya-siap-hadapi-tantangan-digital-pelatihan-digeber","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/loa-raya-siap-hadapi-tantangan-digital-pelatihan-digeber\/","title":{"rendered":"Loa Raya Siap Hadapi Tantangan Digital, Pelatihan Digeber!"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"203\" data-end=\"461\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2014 Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk secara rutin menyelenggarakan pelatihan serta bimbingan teknis (bimtek) bagi aparatur desa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"463\" data-end=\"654\">Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika kerja yang terus berkembang, terutama di tengah perubahan regulasi dan peningkatan kebutuhan penguasaan teknologi dalam pelayanan publik.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"656\" data-end=\"935\">Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemerintah desanya masih beragam. Meskipun sebagian perangkat desa telah memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), masih ada yang memerlukan pendampingan dan peningkatan kapasitas.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"937\" data-end=\"1183\">\u201cHarapan kami dari desa, DPMD dapat mengadakan pelatihan atau bimtek secara rutin setiap tahun. Karena regulasi dan sistem aplikasi terus berubah, jika tidak didukung pelatihan, pelayanan kami bisa kurang maksimal,\u201d ujar Martin, Rabu (30\/04\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1185\" data-end=\"1314\">Saat ini, Kantor Desa Loa Raya memiliki sekitar 15 aparatur yang menangani berbagai bidang administrasi dan pelayanan masyarakat.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1316\" data-end=\"1480\">Menurut Martin, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan efektif, seluruh aparatur perlu memiliki pemahaman dan keterampilan yang merata.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1482\" data-end=\"1726\">\u201cSebagian perangkat sudah lama bekerja dan memahami tugasnya dengan baik, tapi ada juga yang baru atau belum sepenuhnya menguasai tupoksi. Tanpa pelatihan yang konsisten, sulit bagi kami mendorong peningkatan kinerja secara optimal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1728\" data-end=\"2008\">Selain pelatihan teknis, Martin juga berharap DPMD dapat memberikan arahan terkait penguatan kelembagaan dan pemanfaatan teknologi informasi di tingkat desa. Ia menekankan bahwa dukungan tersebut penting agar pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2010\" data-end=\"2204\">Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Loa Raya untuk terus membenahi kinerja internal demi mewujudkan desa yang mandiri, profesional, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.[]\n<p data-start=\"2010\" data-end=\"2204\">Penulis: Jemi Irlanda Haikal | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2014 Pemerintah Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang, mendorong Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk secara rutin menyelenggarakan pelatihan serta bimbingan teknis (bimtek) bagi aparatur desa. Langkah ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika kerja yang terus berkembang, terutama di tengah perubahan regulasi dan peningkatan kebutuhan penguasaan teknologi dalam pelayanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":27,"featured_media":102089,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,9431],"tags":[2237,560,561],"class_list":["post-97936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dpmd-kukar","tag-dpmd-kukar","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=97936"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":134533,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/97936\/revisions\/134533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102089"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=97936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=97936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=97936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}