{"id":98056,"date":"2025-05-01T14:01:05","date_gmt":"2025-05-01T06:01:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=98056"},"modified":"2025-05-01T14:01:05","modified_gmt":"2025-05-01T06:01:05","slug":"khdtk-dirusak-mahasiswa-menggugat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/khdtk-dirusak-mahasiswa-menggugat\/","title":{"rendered":"KHDTK Dirusak, Mahasiswa Menggugat!"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"187\" data-end=\"552\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Sekitar seratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Rabu (30\/04\/2025). Aksi ini bertujuan mendesak percepatan penanganan kasus perambahan kawasan hutan pendidikan milik Unmul, yakni Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"554\" data-end=\"904\">Demonstrasi dimulai pukul 14.00 WITA. Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan kekecewaan atas lambannya penanganan dugaan perambahan yang ditengarai berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal. Laporan awal mengenai kasus ini telah disampaikan pada awal April, namun hingga kini dinilai belum ada tindak lanjut yang konkret dari aparat penegak hukum.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"906\" data-end=\"1161\">\u201cKami mendesak DPRD tidak hanya berdiam diri sebagai penonton. Kami menuntut keberpihakan dan dorongan nyata dari legislatif agar aparat hukum segera menyelesaikan kasus ini,\u201d ujar Muhammad Syafi\u2019i, Humas Aliansi Rimbawan Bersatu Fakultas Kehutanan Unmul.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1163\" data-end=\"1421\">Syafi\u2019i menambahkan, informasi yang diterima mahasiswa sejauh ini hanya berasal dari media sosial, termasuk kabar mengenai dua tersangka berinisial R dan A. Meski begitu, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang kepada kampus maupun aliansi mahasiswa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1423\" data-end=\"1516\">\u201cTransparansi sangat penting. Kami akan terus bergerak sampai kebenaran terungkap,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1518\" data-end=\"1847\">Sementara itu, Aditya, mahasiswa Kehutanan angkatan 2020, menyampaikan bahwa aksi tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan. Protes sebelumnya bahkan telah digelar di dalam lingkungan kampus. \u201cSudah satu tahun sejak kasus ini dilaporkan. Tapi tak ada kemajuan berarti. Jika tetap diabaikan, kami akan turun kembali,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1849\" data-end=\"2038\">Merespons aksi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menemui para pengunjuk rasa dan berjanji akan menindaklanjuti laporan mereka melalui rapat gabungan lintas instansi.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2262\">\u201cRapat gabungan akan digelar Senin pekan depan pukul 14.00 WITA. Kami akan menghadirkan Polda Kaltim, Gakkum LHK, Dinas ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup, serta mengundang perwakilan Fakultas Kehutanan Unmul,\u201d ujar Sarkowi.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2040\" data-end=\"2262\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Sekitar seratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Rabu (30\/04\/2025). Aksi ini bertujuan mendesak percepatan penanganan kasus perambahan kawasan hutan pendidikan milik Unmul, yakni Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Demonstrasi dimulai pukul 14.00 WITA. Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":98057,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,26,37],"tags":[],"class_list":["post-98056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98058,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98056\/revisions\/98058"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}