{"id":98404,"date":"2025-05-02T11:10:25","date_gmt":"2025-05-02T03:10:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=98404"},"modified":"2025-05-02T11:10:25","modified_gmt":"2025-05-02T03:10:25","slug":"jembatan-guntung-manggis-banjarbaru-berlubang-kerusakan-terjadi-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jembatan-guntung-manggis-banjarbaru-berlubang-kerusakan-terjadi-cepat\/","title":{"rendered":"Jembatan Guntung Manggis Banjarbaru Berlubang, Kerusakan Terjadi Cepat"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"368\"><strong>BANJARBARU<\/strong>&#8211; Jembatan di Jalan Trikora, perempatan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, kini menuai keluhan dari masyarakat meskipun baru beroperasi sejak Desember 2024. Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin pada Kamis (01\/05\/2025), sambungan jembatan terlihat berlubang di dua titik. Lubang tersebut memiliki lebar sekitar satu jengkal dan kedalaman lebih dari tiga jari orang dewasa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"370\" data-end=\"564\">Akibat kerusakan ini, kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami guncangan saat melintas. Banyak pengendara yang tampak memperlambat kecepatan kendaraan mereka untuk menghindari benturan keras.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"566\" data-end=\"794\">Iram, seorang warga Guntung Manggis yang rutin melewati jembatan tersebut untuk berangkat kerja, mengeluhkan kondisi ini. &#8220;Kalau saya lupa ada lubang itu, motor saya sering terhempas keras. Bisa-bisa makin cepat rusak,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"796\" data-end=\"1020\">Sejak penutupan permanen simpang empat pada 11 Maret 2025, semua kendaraan diwajibkan melintasi jembatan tersebut untuk berputar balik. Jembatan ini juga menjadi jalur utama angkutan berat, yang diduga mempercepat kerusakan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1022\" data-end=\"1322\">Murjani, warga setempat, menambahkan bahwa kondisi menjadi lebih berbahaya pada malam hari. &#8220;Kalau malam hari, truk-truk itu melaju kencang. Sering terdengar suara &#8216;gubrak&#8217;, barang-barang di truk seperti terhempas. Terakhir, ada truk yang sampai patah asnya,&#8221; katanya sambil menirukan suara benturan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1324\" data-end=\"1494\">Ia menduga bahwa sambungan jembatan ambles akibat pondasi sambungan yang kurang padat. &#8220;Cepat diperbaikilah, kasihan pengendara motor dan truk yang lewat sini,&#8221; harapnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1496\" data-end=\"1891\">Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Ahmad, seorang penjual rujak di sekitar simpang empat, menyoroti dampak dari penutupan perempatan tersebut. &#8220;Sudah bagus ditutup, tapi sekarang putar baliknya jauh, harus ke dekat Rumah Sakit Idaman. Banyak juga yang nekat membuat putaran sendiri, itu justru lebih berbahaya,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1893\" data-end=\"2063\">Warga berharap agar selain perbaikan sambungan jembatan, juga dilakukan penataan ulang jalur putar balik untuk memastikan pengendara bisa melintas dengan aman dan tertib.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1893\" data-end=\"2063\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARBARU&#8211; Jembatan di Jalan Trikora, perempatan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru, kini menuai keluhan dari masyarakat meskipun baru beroperasi sejak Desember 2024. Berdasarkan pantauan Radar Banjarmasin pada Kamis (01\/05\/2025), sambungan jembatan terlihat berlubang di dua titik. Lubang tersebut memiliki lebar sekitar satu jengkal dan kedalaman lebih dari tiga jari orang dewasa. Akibat kerusakan ini, kendaraan, terutama &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":98405,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2279,2276],"tags":[],"class_list":["post-98404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarbaru-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98404"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98406,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98404\/revisions\/98406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}