{"id":9882,"date":"2015-06-23T11:43:32","date_gmt":"2015-06-23T03:43:32","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.co.id\/?p=9882"},"modified":"2015-06-23T11:43:32","modified_gmt":"2015-06-23T03:43:32","slug":"masjid-jami-bangunan-paling-monumental-dan-bersejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/masjid-jami-bangunan-paling-monumental-dan-bersejarah\/","title":{"rendered":"Ini Dia Bangunan Religius Paling Bersejarah di Tenggarong"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_9883\" aria-describedby=\"caption-attachment-9883\" style=\"width: 618px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Masjid-Jami1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-9883\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Masjid-Jami1-1024x768.jpg\" alt=\"Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin, meskipun lokasinya berdekatan dengan masjid terbesar dan termegah di Kukar, Masjid Agung, namun Masjid Jami tetap 'makmur'. Kala ibadah shalat Jumat, shalat id, selalu dipenuhi umat.\" width=\"618\" height=\"464\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-9883\" class=\"wp-caption-text\">Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin, meskipun lokasinya berdekatan dengan masjid terbesar dan termegah di Kukar, Masjid Agung, namun Masjid Jami tetap &#8216;makmur&#8217;. Kala ibadah shalat Jumat, shalat id, selalu dipenuhi umat.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Saat berwisata ke Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), pasti yang dicari adalah lokasi-lokasi yang unik dan menarik. Mau tahu salah satu bangunan paling monumental dan bersejarah di Tenggarong? Bangunan itu terletak di Jalan Sutoyo, tepat berada di depan Pendopo Bupati Kukar atau di samping Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama bangunan itu adalah Masjid Jami Aji Amir Hasanoedin. Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Kaltim nomor WQ\/2\/2526 tahun 1981, Masjid Jami ditetapkan sebagai salah satu tempat ibadah\u00a0 monumental dan bersejarah di Indonesia. Masjid jami sangat cocok jadi destinasi wisata religius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan Kanwil Depag \u00a0Kaltim menetapkan\u00a0 Masjid Jami Tenggarong sebagai masjid\u00a0 bersejarah\u00a0merupakan kesimpulan Seminar Sejarah Islam di Kaltim\u00a0 yang diselenggarakan\u00a0\u00a0 Nopember 1981 di Samarinda. Seminar memperingati 15 abad masuk\u00a0 Islam di Nusantara itu juga menyepakati penamaan menjadi Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin hingga kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masjid\u00a0 yang letaknya juga berada di belakang Museum Mulawarman ini sudah ada sejak abad ke-19. Periode pembangunannya dilakukan secara bertahap, pertama dengan bangunan yang sederhana tanpa ada tiang tinggi seperti yang ada saat ini.\u00a0Dilakukan di\u00a0 masa Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura\u00a0 ke-17 yaitu Sultan Aji Muhammad Sulaiman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian dilanjutkan di masa pemerintahan Sultan ke-18, \u00a0 Alimuddin. Di akhir abad ke-18 tepatnya tahun 1874 pembangunan masjid ini seperti bentuknya sekarang dimulai. Dilakukan\u00a0bergotong royong sebelum\u00a0 umat\u00a0 saat itu melaksanakan solat\u00a0 subuh. Ditandai\u00a0 peletakan 16 tiang kayu ulin yang ditebang di hutan sekitar kota raja Tenggarong sebagai batu pertamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki priode kedua\u00a0 atau setelah usia masjid mencapai 60 tahun bangunannya mengalami banyak kerusakan. Sultan Alimuddin menunjuk\u00a0 putranya Haji Aji\u00a0 Amir Hasanudin bersama menteri agama kesultanan saat\u00a0 itu Tuan Guru Said Sagaf Baraqbah untuk merenovasi tanpa mengubah bentuk bangunannya. Renovasi diantaranya\u00a0 mengganti lantai yang dulunya\u00a0 berlantai papan ulin diganti menjadi coran semen yang didatangkan dari Belanda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian memasang instalasi listrik dan <em>sound system\u00a0<\/em>(sistem suara) yang saat itu masjid masjid di Kaltim belum teraliri listrik dan terpasang alat pengeras suara. Karena\u00a0 listriknya dipasok Pembangkit Lstrik Tenaga Uap Batu bara berkapasitas 10 mega watt yang berada di Loa Kulu. Kemudian pembuatan tanki penampung air hujan berkapasitas 20 ribu liter terbuat dari cor semen sebagai sediaan air wudhu. \u00a0Usai direnovasi besar-besaran, masjid Jami sebagai tempat ibadah yang megah dan cantik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9884\" aria-describedby=\"caption-attachment-9884\" style=\"width: 618px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Interior-Masjid-Jami.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-9884\" src=\"http:\/\/beritaborneo.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Interior-Masjid-Jami-1024x768.jpg\" alt=\"Tiang-tiangnya masih berupa kayu dengan ornamen bergaya klasik.\" width=\"618\" height=\"464\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-9884\" class=\"wp-caption-text\">Tiang-tiangnya masih berupa kayu dengan ornamen bergaya klasik.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena bangunannya selain \u00a0bercorak moderen\u00a0 juga\u00a0 terang benderang\u00a0 di malam hari.\u00a0 Wajar jika jelang malambanyak warga Tenggarong saat itu berkumpul\u00a0 di masjid\u00a0 hingga jelang tengah malam, bahkan ada di antaranya\u00a0menginap di teras Masjid sambil\u00a0 menunugu solat subuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Pengurus Masjid Awang Yakub Lukman mengatakan, masjid ini merupakan aset Kesultanan Kutai dengan pembina Sultan saat ini Aji Muhammad\u00a0Salehudin II. Sehingga masjid ini menjadi masjidnya Sultan dan para kerabatnya. Kendati demikian banyak umat islam melakukan solat di masjid ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diakuinya pula, kapasitas masjid yang\u00a0 tidak sesuai\u00a0dengan jumlah umat yang\u00a0 beribadah\u00a0 maka jika di dalam masjid penuh sesak umat\u00a0 bisa beribadah di\u00a0Kedaton Sultan yang ada di samping masjid. Renovasi maupun menambahan fasilitas masjid jami ini\u00a0 terus dilakukan oleh pegurusnya mulai adanya kehadiran angota satpam,\u00a0 pembangunan menara setinggi 30 meter pada tahun 1980-an hingga bangunan kantor sekretariat masjid dan halaman parkir yang cukup luas. [] Adv\/Hms<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Saat berwisata ke Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), pasti yang dicari adalah lokasi-lokasi yang unik dan menarik. Mau tahu salah satu bangunan paling monumental dan bersejarah di Tenggarong? Bangunan itu terletak di Jalan Sutoyo, tepat berada di depan Pendopo Bupati Kukar atau di samping Kedaton Kesultanan Kutai &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9883,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-serba-serbi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9882"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9882\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}