{"id":98853,"date":"2025-05-05T15:55:52","date_gmt":"2025-05-05T07:55:52","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=98853"},"modified":"2025-05-05T15:55:52","modified_gmt":"2025-05-05T07:55:52","slug":"ppu-genjot-produksi-padi-lewat-pola-tanam-jarwo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ppu-genjot-produksi-padi-lewat-pola-tanam-jarwo\/","title":{"rendered":"PPU Genjot Produksi Padi Lewat Pola Tanam Jarwo"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"227\" data-end=\"450\"><strong>PENAJAM PASER UTARA \u2014<\/strong> Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mengenalkan sistem tanam jajar legowo (jarwo) kepada para petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"452\" data-end=\"650\">\u201cSistem tanam jarwo memiliki banyak keunggulan dalam meningkatkan hasil pertanian, terutama padi,\u201d ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, Minggu (5\/5\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"652\" data-end=\"878\">Gunawan menjelaskan, penerapan pola tanam ini belum dilakukan secara menyeluruh dan masih terbatas pada pelatihan mandiri di desa serta kegiatan teknis bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Balai Penyuluh Pertanian (BPP).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"880\" data-end=\"1080\">\u201cSaat ini kami dorong agar semua lahan sawah bisa ditanam terlebih dahulu. Nantinya, jika petani sudah memahami manfaat sistem jarwo, mereka akan lebih siap untuk menerapkannya secara penuh,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1082\" data-end=\"1335\">Penerapan sistem tanam jajar legowo dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada petani yang telah mampu mengelola lahan secara optimal. Sistem ini dinilai sebagai teknologi tepat guna yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan hasil pertanian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1337\" data-end=\"1547\">Menurut Gunawan, sistem jarwo dapat meningkatkan populasi tanaman hingga 33 persen dari pola tanam konvensional, serta mempermudah perawatan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengendalian gulma.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1549\" data-end=\"1718\">\u201cSelain itu, sistem ini memungkinkan lebih banyak tanaman mendapat efek pinggir dan pencahayaan matahari maksimal, yang sangat mendukung proses fotosintesis,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1720\" data-end=\"1954\">Luas lahan pertanian padi produktif di Kabupaten PPU tercatat mencapai 14.070 hektare, dengan produksi rata-rata 3\u20134 ton per hektare per musim panen. Pada tahun 2024, produksi padi mencapai sekitar 50.672 ton dari dua kali masa panen.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1956\" data-end=\"2084\">Namun, pada musim panen pertama tahun 2025, hasil panen mengalami peningkatan signifikan menjadi 6,3 hingga 6,6 ton per hektare. []\n<p data-start=\"1956\" data-end=\"2084\">Redaksi11<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2014 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mulai mengenalkan sistem tanam jajar legowo (jarwo) kepada para petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi dan ketahanan pangan daerah. \u201cSistem tanam jarwo memiliki banyak keunggulan dalam meningkatkan hasil pertanian, terutama padi,\u201d ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, Minggu &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":98856,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[],"class_list":["post-98853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98858,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98853\/revisions\/98858"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}