{"id":98995,"date":"2025-05-06T08:52:54","date_gmt":"2025-05-06T00:52:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=98995"},"modified":"2025-05-06T08:52:54","modified_gmt":"2025-05-06T00:52:54","slug":"dua-abk-kmp-muchlisa-belum-ditemukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-abk-kmp-muchlisa-belum-ditemukan\/","title":{"rendered":"Dua ABK KMP Muchlisa Belum Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"117\" data-end=\"384\"><strong>PENAJAM<\/strong>&#8211; Proses evakuasi terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) KMP Muchlisa yang tenggelam di perairan Penajam hingga Senin malam (05\/05\/2025) belum membuahkan hasil. Pencarian terhadap dua ABK yang hilang ini akan dilanjutkan pada hari Selasa (06\/05\/2025), dimulai pukul 07.00 WITA.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"386\" data-end=\"529\">Proses evakuasi dihentikan sementara pada Senin malam (05\/05\/2025) karena gelapnya kondisi yang menyulitkan penyelam untuk melanjutkan pencarian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"531\" data-end=\"710\">KMP Muchlisa yang mengalami kecelakaan tersebut mengangkut 44 orang, yang terdiri dari 21 ABK dan 23 Penumpang On Board (POB).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"712\" data-end=\"805\">Sebanyak 42 orang berhasil diselamatkan, sementara dua orang lainnya masih dinyatakan hilang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"807\" data-end=\"964\">Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan, Dody Setiawan, menjelaskan bahwa pencarian telah dilaksanakan sepanjang hari pertama operasi.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"966\" data-end=\"1167\">&#8220;Pada hari Senin (05\/05\/2025), tim telah melakukan pencarian serta penyelaman di sekitar lokasi kejadian, tetapi hasilnya masih nihil,&#8221; ujar Dody saat ditemui di Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Semayang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1169\" data-end=\"1272\">Dua ABK yang masih hilang adalah Ilham, seorang kelasi, dan Kahayu, seorang Mualim I di kapal tersebut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1274\" data-end=\"1448\">Dody menambahkan bahwa operasi pencarian dihentikan sementara pada pukul 21.00 WITA demi alasan keselamatan dan akan dilanjutkan pada hari Selasa (06\/05\/2025) pukul 07.00 WITA.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1450\" data-end=\"1611\">&#8220;Kami tetap standby di posko SAR Gabungan. Operasi hari ini berjalan dengan lancar meskipun ada kendala berupa jarak pandang terbatas saat penyelaman,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1613\" data-end=\"1692\">Basarnas mengimbau agar masyarakat turut mendoakan kelancaran proses pencarian.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1694\" data-end=\"1889\">Kepala KSOP Balikpapan, Heru Susanto, juga mengungkapkan bahwa dua ABK yang hilang tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam kapal setelah berusaha menyelamatkan seluruh penumpang.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1891\" data-end=\"2062\">&#8220;Setelah memastikan penumpang dievakuasi, ABK berusaha mengambil berkas, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan diri saat kapal mulai miring dan tenggelam,&#8221; ungkapnya.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1891\" data-end=\"2062\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM&#8211; Proses evakuasi terhadap dua Anak Buah Kapal (ABK) KMP Muchlisa yang tenggelam di perairan Penajam hingga Senin malam (05\/05\/2025) belum membuahkan hasil. Pencarian terhadap dua ABK yang hilang ini akan dilanjutkan pada hari Selasa (06\/05\/2025), dimulai pukul 07.00 WITA. Proses evakuasi dihentikan sementara pada Senin malam (05\/05\/2025) karena gelapnya kondisi yang menyulitkan penyelam untuk &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":98996,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-98995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":98997,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98995\/revisions\/98997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/98996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}