{"id":99023,"date":"2025-05-06T09:37:58","date_gmt":"2025-05-06T01:37:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=99023"},"modified":"2025-05-06T09:37:58","modified_gmt":"2025-05-06T01:37:58","slug":"bpjn-kalteng-tegaskan-buka-tutup-jalan-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bpjn-kalteng-tegaskan-buka-tutup-jalan-terbatas\/","title":{"rendered":"BPJN Kalteng Tegaskan Buka-Tutup Jalan Terbatas"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"136\" data-end=\"277\"><strong data-start=\"136\" data-end=\"153\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah memberikan klarifikasi terkait perawatan Jembatan Tumbang Nusa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"279\" data-end=\"554\">Baru-baru ini, beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa pengerjaan proyek perawatan Jembatan Tumbang Nusa akan dimulai pada 6 Mei 2025. Selama proses perawatan tersebut, akan diterapkan sistem buka-tutup jalan pada jalur penghubung Palangka Raya-Banjarmasin.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"556\" data-end=\"753\">Menanggapi informasi tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Kalimantan Tengah, Andi Bustomi, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek perawatan baru dimulai pada 8 Mei 2025.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"755\" data-end=\"885\">Andi juga menyampaikan bahwa sistem buka-tutup jalan tidak akan diberlakukan setiap hari selama perawatan Jembatan Tumbang Nusa.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"887\" data-end=\"1083\">&#8220;Sistem buka-tutup jalan itu tidak berlaku setiap hari dan tidak berlangsung dari Mei hingga November seperti yang banyak beredar,&#8221; kata Andi, saat dihubungi Tribunkalteng.com, Senin (05\/05\/2025).<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1085\" data-end=\"1243\">Andi menjelaskan bahwa perawatan Jembatan Tumbang Nusa akan dilakukan dari Nusa 1 hingga Nusa 2, dengan panjang 7 kilometer dari total panjang 10 kilometer.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1245\" data-end=\"1465\">Menurutnya, perawatan sepanjang 7 kilometer tersebut merupakan tahap pertama, sementara sisanya masih menunggu kontrak. Sistem buka-tutup jalan juga akan diterapkan hanya pada lokasi proyek yang sudah memiliki kontrak.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1467\" data-end=\"1602\">&#8220;Tidak seluruhnya akan diberlakukan sistem buka-tutup jalan, hanya pada lokasi yang sedang dikerjakan, sekitar 500 meter,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1604\" data-end=\"1804\">Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa sistem buka-tutup jalan selama proyek perawatan berlangsung akan berlangsung selama 5 hingga 10 menit atau lebih, tergantung pada volume kendaraan yang melintas.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1806\" data-end=\"1898\">&#8220;Kami melakukannya untuk menghindari kemacetan panjang di Jembatan Tumbang Nusa,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1900\" data-end=\"2135\">Dia juga menegaskan bahwa sistem buka-tutup jalan tidak berlaku setiap hari, serta disesuaikan dengan kondisi cuaca, karena proyek tidak dapat dilakukan saat hujan. Namun, dia memastikan bahwa proyek ini akan diselesaikan secepatnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah memberikan klarifikasi terkait perawatan Jembatan Tumbang Nusa. Baru-baru ini, beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa pengerjaan proyek perawatan Jembatan Tumbang Nusa akan dimulai pada 6 Mei 2025. Selama proses perawatan tersebut, akan diterapkan sistem buka-tutup jalan pada jalur penghubung Palangka Raya-Banjarmasin. Menanggapi informasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":99026,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-99023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99023"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99030,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99023\/revisions\/99030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}