{"id":99724,"date":"2025-05-08T10:50:55","date_gmt":"2025-05-08T02:50:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=99724"},"modified":"2025-05-08T10:50:55","modified_gmt":"2025-05-08T02:50:55","slug":"peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/","title":{"rendered":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan"},"content":{"rendered":"<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"274\" data-end=\"724\"><strong data-start=\"274\" data-end=\"291\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya dijatuhkan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"726\" data-end=\"1085\">Putusan itu dibacakan oleh Hakim Ketua Sigit Sutriono, didampingi dua hakim anggota, Bonny Sanggah dan Heru Budiyanto. \u201cMenguatkan putusan Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Nomor 36\/Pid.Sus\/2025\/PN Pbu tanggal 25 Maret 2025,\u201d ucap Sigit tegas. Tidak ada perubahan, tidak ada pengurangan. Masa penahanan Syahyunie akan tetap dihitung sebagai bagian dari hukuman.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1087\" data-end=\"1423\">Vonis ini menyulut reaksi keras dari kelompok sipil yang sejak awal mengawal kasus ini. Koalisi Keadilan untuk Tempayung menyebut putusan banding sebagai bentuk pengesahan atas &#8220;peradilan fiktif&#8221;. Dalam pernyataan sikapnya, mereka mengungkapkan kejanggalan serius: hadirnya nama saksi ahli fiktif dalam salinan putusan PN Pangkalan Bun.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1425\" data-end=\"1610\">\u201cIni mencerminkan PN Pangkalan Bun telah menjalankan sebuah bentuk peradilan sesat,\u201d kata Agung Sesa, juru bicara aksi solidaritas yang digelar sehari sebelum putusan banding dibacakan.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1612\" data-end=\"1864\">Agung mengacu pada nama Zikri Rachmani, seorang saksi ahli yang disebut dalam putusan, namun tidak pernah hadir dalam persidangan maupun proses BAP. Fakta ini memperkuat keyakinan koalisi bahwa ada kejanggalan sistemik dalam proses peradilan Syahyunie.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1866\" data-end=\"2302\">Syahyunie, kepala desa yang juga pernah menjabat sebagai sekretaris desa selama bertahun-tahun dan dikenal tidak pernah bersentuhan dengan hukum, dituduh sebagai otak di balik aksi pemortalan lahan sawit milik PT Sungai Rangit, Kebun Rauk Naga Estate, Divisi 3 dan 4, Desa Tempayung, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat. Pemortalan ini disebut sebagai bentuk perlawanan warga atas ketidakadilan dalam pembagian lahan plasma.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2304\" data-end=\"2645\">Namun bagi sebagian masyarakat Tempayung, tindakan Syahyunie bukanlah kejahatan. \u201cBeliau hanya membantu masyarakat menyalurkan aspirasi mereka. Motifnya sosial, bukan kriminal,\u201d ujar Agung. Menurutnya, alasan sosial tersebut seharusnya cukup kuat untuk diterapkan pendekatan restorative justice, bukan justru menghukum dengan pidana penjara.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2647\" data-end=\"3085\">Syahyunie pertama kali dijemput aparat di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, setibanya dari perjalanan dinas di Jakarta pada 27 September 2024. Ia langsung dibawa ke Polres Kotawaringin Barat dan ditetapkan sebagai tersangka. Penahanannya sempat ditangguhkan berkat jaminan dari PD AMAN Kotawaringin Barat dan Camat Kotawaringin Lama. Namun, status tersangka tetap melekat hingga kasus dilimpahkan ke kejaksaan dan ia menjadi tahanan rumah.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3087\" data-end=\"3327\">Vonis enam bulan dari PN Pangkalan Bun yang dijatuhkan pada 25 Maret 2025 memicu upaya banding dari kedua pihak, baik Jaksa Penuntut Umum maupun kuasa hukum Syahyunie. Harapan muncul, tetapi putusan banding justru mengulang vonis yang sama.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3329\" data-end=\"3690\">Sementara itu, Janang Firman Palanungkai dari WALHI Kalteng menuding keputusan majelis hakim Pengadilan Tinggi mengabaikan fakta-fakta penting yang sudah disuarakan publik. \u201cMenguatkan putusan PN Pangkalan Bun artinya Pengadilan Tinggi mengamini peradilan fiktif tersebut,\u201d tegasnya. Ia bahkan menyebut adanya indikasi &#8220;bisnis kriminalisasi&#8221; di balik kasus ini.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3692\" data-end=\"4130\">Menanggapi tudingan tersebut, Humas Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Agung Iswanto, menegaskan bahwa pembacaan putusan pada 7 Mei 2025 tidak ada kaitan dengan aksi solidaritas pada hari sebelumnya. \u201cItu hanya kebetulan. Seminggu sebelumnya, sidang sudah dijadwalkan,\u201d ujarnya. Mengenai saksi fiktif, Agung mengatakan hal tersebut tidak masuk ke dalam memori banding dari kuasa hukum terdakwa, tetapi pihaknya akan menelusuri lebih lanjut.<\/p>\n<p class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4132\" data-end=\"4479\">Kasus Syahyunie menjadi potret suram wajah keadilan di daerah. Antara perjuangan warga untuk keadilan agraria dan sistem hukum yang diyakini oleh sebagian masyarakat masih tunduk pada kekuasaan dan kepentingan korporasi. Di tengah kebisingan sawit dan jeritan warga desa, vonis itu tak sekadar angka. Ia menjadi simbol pertarungan yang belum usai.[]\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4132\" data-end=\"4479\">Redaksi12<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":61,"featured_media":99725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[],"class_list":["post-99724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Risa Nurjanah\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-08T02:50:55+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-08T02:50:55+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#blogposting\",\"name\":\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo\",\"headline\":\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin13\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/kjji.jpeg\",\"width\":780,\"height\":390},\"datePublished\":\"2025-05-08T10:50:55+08:00\",\"dateModified\":\"2025-05-08T10:50:55+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Tengah, Palangka Raya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Tengah\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Palangka Raya\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Palangka Raya\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#listItem\",\"name\":\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Tengah\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-tengah\\\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\\\/#listItem\",\"name\":\"Palangka Raya\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin13\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin13\\\/\",\"name\":\"Risa Nurjanah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d8b7e8832f16d21d19990b2bfe83f6be457617c41bd54ebed8ae57648598b168?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Risa Nurjanah\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/\",\"name\":\"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo\",\"description\":\"PALANGKA RAYA \\u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\\\/05\\\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin13\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin13\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/kjji.jpeg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#mainImage\",\"width\":780,\"height\":390},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-05-08T10:50:55+08:00\",\"dateModified\":\"2025-05-08T10:50:55+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo","description":"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#blogposting","name":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo","headline":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin13\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kjji.jpeg","width":780,"height":390},"datePublished":"2025-05-08T10:50:55+08:00","dateModified":"2025-05-08T10:50:55+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Tengah, Palangka Raya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Tengah","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Palangka Raya"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","position":3,"name":"Palangka Raya","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#listItem","name":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Kalimantan Tengah"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#listItem","position":4,"name":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/#listItem","name":"Palangka Raya"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin13\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin13\/","name":"Risa Nurjanah","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d8b7e8832f16d21d19990b2bfe83f6be457617c41bd54ebed8ae57648598b168?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Risa Nurjanah"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/","name":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo","description":"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin13\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin13\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/kjji.jpeg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#mainImage","width":780,"height":390},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/#mainImage"},"datePublished":"2025-05-08T10:50:55+08:00","dateModified":"2025-05-08T10:50:55+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo","og:description":"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-05-08T02:50:55+00:00","article:modified_time":"2025-05-08T02:50:55+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan - Berita Borneo","twitter:description":"PALANGKA RAYA \u2013 Langit mendung menaungi Palangka Raya pada Rabu (07\/05\/2025) siang, saat Pengadilan Tinggi Palangka Raya membacakan putusan banding dalam kasus pemortalan lahan sawit yang menjerat Kepala Desa Tempayung, Syahyunie. Harapan Koalisi Keadilan untuk Tempayung agar sang kepala desa bebas dari hukuman, pupus seketika. Putusan majelis hakim: menguatkan vonis enam bulan penjara yang sebelumnya","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"99724","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"peradilan","score":80,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseInDescription":{"score":9,"maxScore":9,"error":0},"keyphraseLength":{"score":9,"maxScore":9,"error":0,"length":1},"keyphraseInURL":{"score":1,"maxScore":5,"error":1},"keyphraseInIntroduction":{"score":3,"maxScore":9,"error":1},"keyphraseInSubHeadings":[],"keyphraseInImageAlt":[],"keywordDensity":{"type":"best","score":9,"maxScore":9,"error":0}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":null,"created":"2025-05-08 02:51:02","updated":"2025-06-07 04:13:35","focus_keyword":"peradilan","additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/\" title=\"Kalimantan Tengah\">Kalimantan Tengah<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/\" title=\"Palangka Raya\">Palangka Raya<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tPeradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Tengah","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/"},{"label":"Palangka Raya","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-tengah\/kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah\/"},{"label":"Peradilan Fiktif Disahkan, Hukum Dipertanyakan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peradilan-fiktif-disahkan-hukum-dipertanyakan\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/61"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99724"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99726,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99724\/revisions\/99726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}