Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Balikpapan / Penabrak Pasukan Kuning Shock

Penabrak Pasukan Kuning Shock

 

truk sampah

Dugaan Renny Indriyani (41) melarikan diri dengan menerobos lampu merah setelah menabrak Wa Naisa, penyapu jalan DKPP (Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman) hingga tewas dibantah Kasat Lantas Polres Balikpapan, AKP Novi Magdalena.

“Pelakunya tidak kabur, habis nabrak shock dan langsung diamankan oleh petugas. Terlebih lagi lokasi kejadian tersebut berdekatan dengan Polsek bandara, jadi langsung dievakuasi ke sana mengingat hal tersebut merupakan kejadian urgent,” tandas Novi-akrab Kasat Lantas disapa.

Hasil pemeriksaan menyatakan, jika pengemudi Daihatsu Terios dengan nomor polisi (nopol) KT 1263 LC, Renny Indriyani telah dinyatakan sebagai tersangka. Hal tersebut lantaran kelalaian yang dilakukannya dalam berkendara, sehingga menyebabkan seseorang kehilangan nyawa. Hal ini dinyatakan dalam Undang-undang Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) pasal 310 ayat 4 huruf d dengan ancaman hukumna 6 btahun penjara atau denda Rp12 juta.

Tidak dipungkiri, jika Renny saat itu sedang melamun saat mengendarai mobilnya. Dia tidak memperhatikan keadaan sekitar dan hanya terpaku pada traffic light. Tiba-tiba saja, dirinya dikejutkan dengan stir mobilnya yang tiba-tiba oleng, hingga akhirnya menabrak trotoar jalan. Padahal jenis mobil yang digunakan manual.

Pantauan yang dilakukan wartawan, saat bertandang ke Polres Balikpapan, tersangka tengah didampingi oleh suaminya saat menjalani pemeriksaan. Hal ini dikarenakan shock serta kondisi Renny yang sedang mengandung sehingga, dirinya mengalami sedikit kelabilan.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan, diketahui bahkan Renny juga sedang mengandung. Terlihat dari perutnya yang sudah tampak membesar. Sampai saat ini, dia juga masih shock setelah mengalami peristiwa tersebut, makanya didampingi suaminya,” terang Novi.

Polwan murah senyum ini menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui pula jika saat bekerja di jalan, korban tidak memberikan tanda. Dan diduga kuat, Renny yang saat itu sedang tidak fokus, tidak melihat adanya safety cone.

“Mungkin aja korbannya pas lagi tunduk atau lagi bagaimana, yang jelas peristiwa tersebut tiba-tiba saja terjadi dengan sangat cepat. Akibat cidera kepala berat yang diderita, korban langsung tewas seketika,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Renny Indriyani (41) warga jalan Manuntung I RT 73 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, menabrak seorang penyapu jalan atau biasa dikenal “Pasukan Kuning” DKPP bernama Wa Naisa (45) warga jalan Sepinggan RT 23 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan.

Kejadian bermula saat mobil yang dikendarai Renny melaju di jalan Syarifuddin Yoes dari arah rumah jabatan wali kota menuju traffic light simpang Tugu KB tepat depan Mapolsek Kawasan Bandara Sepinggan pada Jumat (30/5) sekira pukul 14.30 Wita. Sekitar 100 meter dari Tugu KB tiba-tiba mobil oleng dan menabrak petugas DKPP. Diduga mobil tersebut laju karena mengejar lampu merah.

“Di dalam mobil ini ada tiga orang, pengemudinya beserta dua orang anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 1,5 tahun. Dia mau ngantar anaknya les saat itu,” terang Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Novy Magdalena kepada Balikpapan Pos, Jumat (30/5). Akibat ditabrak mobil tersebut Wa Naisa tewas di tempat karena pecah di bagian kepala. [] RedFj/BP

http://www.balikpapanpos.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=126904

Istri Korban Berharap Kebijakan Korban Wali Kota
Duka yang dirasakan pihak keluarga korban pohon tumbang di Batakan Arin Purwanti (37) warga RT 35 Manggar sudah sedikit terobati dengan adanya bantuan dana dari perusahaan Haliburton. Lain halnya dengan Lina, istri alarhum Rudiansyah, korban pohon tumbang di Jl Syarifuddin Yoes, Rabu (21/5) lalu.

Ibu rumah tangga yang punya dua orang anak berusia 8 dan 4 tahun ini hanya bisa berdoa, wali kota dapat memberikan kebijakan memberikan bantuan dana pendidikan bagi sang buah hati.

“Istri almarhum (Lina, Red) lebih banyak termenung di rumah ibunya. Dia benar-benar pusing memikirkan masa depan kedua anaknya yang masih kecil,” kata Adi, kakak kandung almarhum Rudiansyah. Adi bersama pamannya, Asman pada Jumat (30/5) mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas masa depan istri dan kedua anak almarhum Rudiansyah.

Beberapa hari sebelumnya, pihak keluarga mengambil sepeda motor milik almarhum saat tertimpa pohon akasia besar di Jl Syarifuddin Yoes tak jauh dari Mapolda Kaltim. Pohon besar itu sebenarnya sudah mati, daunnya mengering dan jarang-jarang namun anehnya tidak dipangkas oleh DKPP.

Motor milik Rudiansyah sudah tak bisa lagi digunakan karena bagian tengahnya patah menyentuh lantai, speedo meternya hancur, garpu depannya melenceng, serta pelk ban depan bengkok. Kerusakan parah tersebut tentu menyebabkan motor korban sulit untuk dijual, kalau diperbaiki pun butuh biaya yang sangat besar.

“Lina dan anak-anaknya tinggal berharap hak Rudiansyah sebagai pegawai PDAM. Selain itu, Lina memohon wali kota berkenan memberikan bantuan dana bagi anak-anaknya yang masih kecil. Setidaknya ada beasiswa sampai mereka SMA,” pungkas Adi.

Beberapa waktu lalu, lanjut kakak almarhum, Lina didatangi oleh orang yang mengaku pegawai Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP). Orang itu melihat kondisi rumah Rudiansyah di kawasan Batu Ampar.

“Pegawai DKPP itu mengatakan akan mengusulkan perbaikan untuk rumah. Menurut kami, bantuan sebaiknya dalam bentuk beasiswa, karena rumah yang ditinjau itu tanahnya bukan milik almarhum,” jelas Adi.

Sehingga, sambungnya lagi, bantuan sebaiknya dalam bentuk biaya pendidikan. Anak pertama Lina duduk di kelas 4 SD, sementara yang kecil masih berusia 4 tahun. Untuk menyambung hidup, kedua bocah tadi tinggal bersama neneknya sementara sang ibu sedang berupaya untuk mencari penghasilan bagi keluarga.

“Anak-anak almarhum masih saja bertanya kemana abah, kenapa nggak pulang. Biasanya tiap pulang kerja, anak-anaknya suka dipijat sama bapaknya, mertuanya juga suka dipijat. Sekarang Lina harus berjuang seorang diri. Ya semoga saja wali kota terketuk hatinya untuk memberikan bantuan beasiswa pendidikan,” ujar Adi.

Asman menambahkan, pihak keluarga juga tengah berupaya mengurus klaim asuransi kepada pihak Jasa Raharja. “Dari Jasa Raharja menjelaskan sekarang ada peraturan baru, bahwa kasus musibah seperti tertimpa pohoh yang dialami Rudiansyah tidak bisa diklaim. Jadi kami betul-betul berharap bantuan dari Pemkot buat pendidikan si kecil,” pungkasnya. [] RedFj/BP

1,885 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About Nursiah Nursiah

Nursiah Nursiah
Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa