Breaking News
Home / Advetorial / DPRD Kutai Kartanegara / Reses di Rantau Hempang, Aini Faridah Dapat Aspirasi Soal Listrik

Reses di Rantau Hempang, Aini Faridah Dapat Aspirasi Soal Listrik

 
Aini Faridah

Aini Faridah

KUTAI KARTANEGARA – Pada reses kedua di masa sidang ketiga, Aini Farida yang merupakan Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakannya di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman.

Di daerah itu, ia dapat aspirasi soal listrik yang sampai sekarang belum terbangun jaringan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hingga sekarang, warga Desa Rantau Hempang tak bisa menikmati listrik 24 jam seperti warga Kukar lainnya.

“Seluruh warga Rantau Hempang sampai saat ini belum menikmati layanan dari PLN. Hal ini merupakan aspirasi langsung dari warga ketika saya reses kesana akhir bulan lalu,” kata Wakil Ketua Komisi III Aini Faridah saat berbincang dengan awak media, Selasa (8/9/2015).

Aini menyebut, selain persoalan listrik warga Rantau Hempang juga menyuarakan terkait layanan air bersih yang bertahun-tahun mereka manfaatkan dari alam langsung tanpa adanya layanan PDAM yang sampai saat ini belum terjamah hingga kerumah-rumah warga.

peta rantau hempang

Peta Desa Rantau Hempang, Muara Kaman versi Google Map.

“Selama ini mereka hanya memanfaatkan sumur dan air sungai. Selain itu juga mereka mengeluhkan persoalan akses jalan yang rusak dan sulit untuk dilewati,” ungkapnya.

Akses jalan ini sangat urgent bagi mobilitas warga Rantau Hempang. “Dengan akses jalan yang baik maka roda perekonomian warga di sana juga otomatis akan meningkat, saya harap pemerintah memperhatikan hal ini,” harap Aini.

Warga sendiri sudah melayangkan laporan kepada Komisi III. Hal ini ditujukan agar legislator bisa secara langsung melakukan sidak ke Rantau Hempang guna melihat kondisi riil yang saat ini dialami masyarakat. “Yang pasti dan saat ini menjadi prioritas warga adalah listrik. Salah satu warga pernah berucap kepada saya, untuk perbaikan jalan nanti saja, yang penting saat ini adalah masalah penerangan,” ungkapnya.

“Selama ini warga hanya iuran rutin dengan membeli bahan bakar genset yang bisa digunakan dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Sungguh ini ironis sekali,” tambah Aini.[] Advetorial

1,542 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About Mustakim

Mustakim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa