Breaking News
Home / Kalimantan Selatan / Banjarbaru / Si ‘Begundal’ Dari Distan ini Akhirnya Dikerangkeng

Si ‘Begundal’ Dari Distan ini Akhirnya Dikerangkeng

 

Maskamian menutupi wajah, malu diketahui publik bahwa ia telah korupsi.

Akhirnya, mantan Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan (Kalsel) Hj Maskamian Andjam dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru. Meski mengajukan Peninjauan Kembali (PK), dia tetap dijebloskan ke penjara terkait kasus dugaan proyek fiktif pengadaan sapi dan sewa sarana mobilitas kegiatan pengendalian penyakit hewan dan keamanan pangan pada 2008 lalu.

Kepala Kejati Kalsel AH Nashruddien menegaskan PK tidak memengaruhi eksekusi terhadap Maskamian yang hampir satu bulan terakhir dikabarkan berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan. “Perkara ini sudah dieksekusi. Selama ini dia (Maskamian) selalu menghindar,” katanya di Banjarmasin, baru-baru ini (29/4/2014).

Apakah ada indikasi dia mencoba kabur?  “Ada upaya begitu. Dia sengaja menghindar dengan alasan ingin mengajukan PK sehingga meminta penundaan eksekusi. Kalau mau PK ya silakan, tetapi hormati tugas kami melakukan eksekusi,” tegas Nashruddien.

Eksekusi terhadap Maskamian dilakukan seusai sidang pengajuan PK di Pengadilan Negeri Banjarbaru, sekitar pukul 11.15 Wita. Didampingi sejumlah anggota keluarga dan jaksa, Maskamian yang saat itu mengenakan baju berdominasi warna kuning dipadu kerudung warna hijau, begitu keluar dari ruang sidang, langsung menuju mobil operasional Kejari, bernopol DA 664 R.

Perempuan yang pada Januari 2014 mengundurkan diri dari jabatan Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Kalsel itu terus diam dan sesekali menghapus air mata hingga memasuki mobil yang membawanya ke Lapas Anak Kelas IIA Martapura, Banjar.

Pada sidang yang dimulai satu jam  sebelumnya, majelis hakim yang terdiri atas Budi Winata (ketua), Asma Fandun dan Sri Nuryani memutuskan, sidang akan digelar lagi pada Selasa (6/5) mendatang. Melalui memori pemohon yang berjudul Saya Adalah Korban Kejahatan Orang Lain itu, Maskamian mengajukan novum (bukti baru).

DIPERLAKUKAN SAMA

Selasa (29/4/2014) sekitar pukul 13.00 Wita, mobil Toyota Innova warna hitam bernopol DA 1354 AK berhenti di depan Lapas Anak Kelas II A Martapura. Dari pintu mobil keluar dua orang berpakaian dinas warna cokelat dan seorang jaksa dari Kejari Banjarbaru.

Satu dari dari dua orang yang berpakaian dinas itu adalah Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, Hermansyah Manaf. Selama hampir satu jam, mereka berada di dalam lapas. Informasi dari petugas lapas menyebutkan ketiganya menjenguk mantan Kepala Dinas Peternakan Kalsel Maskamian Andjam, yang satu jam sebelumnya baru ditahan di tempat tersebut.

Saat dikonfirmasi saat keluar dari lapas, Hermansyah menyangkal. “Menjenguk keluarga saja. Kebetulan keluarganya bapak yang di depan. Maaflah, kami duluan (pergi). Yang dijenguk sehat kok,” ujar dia sembari menunjuk orang berpakaian dinas yang datang bersama dirinya.

Sebelum dijebloskan di sel, mulai malam tadi, Maskamian ‘menginap’ di ruang mapenaling (masa pengenalan lingkungan). Lokasinya di kawasan blok perempuan, dekat musala. “Dia di ruang itu untuk menyesuaikan kehidupan di dalam lapas,” kata Kepala Pengamanan Lapas, Herriansyah.

Selain Maskamian, dalam ruang berukuran tujuh kali empat meter itu juga ada tahanan kasus narkoba. “Tidak ada pembedaan pelayanan. Ia membaur dengan tahanan perempuan yang juga baru masuk. Ada juga (tahanan kasus) sabu dan lainnya. Ruang mapenaling isinya antara lima sampai 13 orang. Masanya paling cepat satu minggu hingga satu bulan,” ucap Herri.

Dikatakan dia, Maskamian dalam kondisi sehat saat dimasukkan ke lapas. “Cuma mungkin agak kaget karena belum terbiasa. Nanti kalau sudah bisa menyesuaikan diri dan  ikhlas menerima keadaan, tentu akan lebih mudah,” ujarnya. [] RedHP/Ke-TN

1,371 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

About adminredaksi

adminredaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa